Uji Perhatian dan Kesiapan Pemerintah Melalui Virus Corona (COVID-19)



Senin, 23 Maret 2020 - 14:35:34 WIB



Muhammad Anggoro Kasih, S.P
Muhammad Anggoro Kasih, S.P

Oleh: Muhammad Anggoro Kasih, S.P

 

Muaro Jambi, 23 Maret 2020. Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian.

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui. Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa negara, termasuk Indonesia.

Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Kasus virus corona diketahui berawal dari Kota Wuhan China. Tragedi pada akhir 2019 tersebut terus berlanjut hingga penyebaran wabah terebut ke seluruh dunia bahkan di Indonesia. Saat ini yang sudah positif terkena covid-19 hingga 21 Maret 2020 sebanyak 450 jiwa dan meninggal dunia 38 jiwa, dan diprediksi akan terus bertambah seiring dengan bnyaknya daerah yang terpapar virus tersebut. Jika virus ini semakin meluas maka akan menciptakan kelangkaan barang seperti sembako, alat kesehatan seperti masker, hand sanitizer, dan cairan antiseptic serta dapat mempengaruhi perekonomian sampai dengan lingkup pendidikan.

Kondisi astabilitas ini wajar terjadi pada satu negara namun mengingat masyarakat Indonesia bisa dikatakan belum memiliki persiapan memadai dalam menghadapi ancaman wabah baru tersebut. Kendati demikian seluruh lapisan Masyarakat perlu berpikir tenang akan musibah tersebut meskipun dalam situasi genting, yang diperlukan saat ini adalah adanya rencana strategis yang prioritas dalam antisipasi dan tindakan aktif oleh pemerintah bersama masyarakat untuk merespon situasi saat ini sehingga masyarakat bisa berfikir dari suasana ketakutan menuju harapan ketentraman.

Pemerintah perlu menggandeng banyak stakeholder lintas kementerian khususnya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (KEMENDIKBUD) yang saat ini meliburkan ribuan sekolah melalui surat edaran kepala daerah, upaya edukasi secara aktif adalah langkah pre-emtif untuk memperkecil ruang penularan virus di tengah masyarakat berdasarkan dengan surat edaran Gubernur Jambi NOMOR 921/SE/GUB.ORG-3.1/III/2020 tentang penyesuaian sistem kerja aparatur sipil dalam upaya pencegahan penyebaran covid-19 dilingkungan Provinsi Jambi ini perlu disikapi secara matang oleh khusus nya pihak terkait dan umumnya masyarakat luas bahwa seluruhnya diminta patuh terhadap himbauan tersebut.

Pemerintah perlu menindak tegas oknum penyebar informasi-informasi Hoax atau bohong seperti banyak nya informasi melalui grup WhatsApp (WA) yang dapat membuat kondisi semakin tidak aman dan pelaku usaha yang melakukan penimbunan sembako serta stok alat kesehatan maupun kebutuhan masyarakat lainnya di tengah situasi genting saat ini.

Perhatian pemerintah dalam situasi penting ini akan sangat mampu menguatkan daya fikir dan semangat juang masyarakat dalam meningkatkan simpati publik. Salah satunya adalah dengan memastikan semua kondisi sektor mulai dari pendidikan, kesehatan dan ketersediaan bahan pokok yang cukup dengan harga yang stabil.

Selain itu, pemerintah perlu mengupayakan ketersediaan alat proteksi dini seperti handsanitizer, antiseptic, atau masker yang dibagikan secara masal dan gratis kepada masyarakat mengingat bahan-bahan tersebut sudah sulit didapat dan jika ada maka harganya cukup mahal. Perlunya memperkuat sinergisitas antar lembaga negara melalui pembentukan task force mengingat dampak yang ditimbulkan oleh wabah corona bersifat multidimensional, yakni tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan tetapi juga berimbas pada aspek pendidikan, ekonomi, sosial, bahkan ketahanan nasional.

Lalu, jika kita berfikir jauh kedepan tentang dampak timbulnya wabah virus corona tersebut maka banyak kemungkinan-kemungkinan terburuk terjadi jika tidak disikapi secara bijaksana seperti dalam lingkungan pendidikan bahwa adanya upaya untuk mengonsolidasikan kekuatan melalui pelibatan berbagai pihak mulai dari instansi sipil sampai militerbdari tingkat pusat sampai ke daerah. Pembentukan task force ini juga perlu mengedepankan program kerja yang terukur, terarah, dengan koordinasi yang terpadu namun tetap dalam pengawasan agar dalam pelaksanaanya bisa berjalan secara efektif dan bertanggungjawab, wabah corona sudah terjadi.

Saya berpesan kepada seluruh lapisan masyarakat meskipun telah memakan banyak korban jiwa, terselip harapan dengan fakta bahwa banyaknya pasien di beberapa negara yang terdampak positif berhasil pulih. sebaik-baik upaya yang bisa dilakukan secara kolektif saat ini adalah mengedepankan tindakan berupa kebijakan edukasi, alihfungsi anggaran, dan sinergisasi antar lembaga di pemerintah maupun kerjasama di tengah masyarakat melalui semangat keistiqomahan gotong royong dalam melawan ancaman virus corona, karna seburuk-buruknya penyakit yang timbul saat ini adalah makhluk hidup ciptaan Allah SWT dan sebaik-baiknya hamba adalah manusia yang selalu berupaya serta berdoa mengharapkan lahir batin kesembuhan ridho Allah SWT.

 

Penulis adalah: Kepala SMKS Asy’ariyah Muaro Jambi PONPES Al-Muttaqin Ibru, Mestong



Artikel Rekomendasi