Oleh : Nanda Herlambang*
Indonesia masih bergelut melawan virus corona hingga saat ini. Sama dengan negara lain di dunia.
Jumlah kasus virus corona terus bertambah dengan beberapa melaporkan kesembuhan tapi tak sedikit yang meninggal. Usaha penanganan dan pencegahan terus dilakukan demi melawan covid-19 dengan gejala mirip flu.
Kasus virus corona diketahui lewat penyakit misterius yang melumpuhkan Kota Wuhan China. Tragedi pada akhir 2019 tersebut terus berlanjut hingga penyebaran virus corona mewabah ke seluruh dunia bahkan di Indonesia. Saat ini yang sudah positif terkena covid-19 hingga 21 Maret 2020 sebanyak 450 jiwa dan meninggal dunia 38 jiwa. Jika virus ini semakin meluas akan menciptakan kelangkaan barang seperti sembako, dan alat kesehatan seperti masker, hand sanitizer, dan cairan antiseptic.
Kondisi instabilitas adalah hal yang wajar terjadi mengingat masyarakat Indonesia belum memiliki persiapan memadai dalam menghadapi ancaman tersebut. Kendati demikian kita perlu berpikir jernih meskipun dalam situasi genting perlu adanya rencana strategis yang dipioneri oleh pemerintah kemudian partisipasi aktif masyarakat dalam merespon situasi ini sehingga masyarakat bisa berpindah dari suasana ketakutan menuju harapan.
Pemerintah perlu menggandeng banyak stakeholder lintas kementerian maupun dengan sektor swasta agar pesan yang disampaikan lebih kuat, bahkan mampu menyentuh sampai entitas terkecil masyarakat yang ada di pelosok, upaya edukasi secara massif adalah langkah pre-emtif untuk memperkecil ruang penularan virus di tengah masyarakat.
Pemerintah perlu menindak tegas oknum pedagang yang melakukan penimbunan stok alat kesehatan maupun kebutuhan pokok di tengah situasi genting.
Kehadiran negara dalam situasi pelik akan mampu menguatkan daya juang masyarakat serta meningkatkan simpati publik. Salah satunya adalah dengan memastikan ketersediaan bahan pokok yang cukup dengan harga yang stabil.
Selain itu,pemerintah perlu mengupayakan ketersediaan alat proteksi dini seperti handsanitizer, antiseptic, atau masker yang dibagikan secara gratis kepada masyarakat. Perlunya memperkuat sinergisitas antar lembaga negara melalui pembentukan task force mengingat dampak yang ditimbulkan oleh wabah corona bersifat multidimensional, yakni tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan tetapi juga berimbas pada aspek ekonomi, sosial, bahkan ketahanan nasional.
Lalu, perlu ada upaya untuk mengonsolidasikan kekuatan melalui pelibatan berbagai pihak mulai dari instansi sipil sampai militerbdari tingkat pusat sampai ke daerah. Pembentukan task force ini juga perlu mengedepankan program kerja yang terukur, terarah, dengan koordinasi yang terpadu namun tetap dalam pengawasan agar dalam pelaksanaanya bisa berjalan secara efektif dan bertanggungjawab,wabah corona sudah kadung terjadi.
Meskipun sudah memakan banyak korban jiwa, terselip harapan dengan fakta bahwa banyaknya pasien di beberapa negara yang terdampak berhasil pulih. sebaik-baik upaya yang bisa dilakukan secara kolektif saat ini adalah mengedepankan tindakan edukasi, alihfungsi anggaran, dan sinergisasi antar lembaga di pemerintah maupun kerjasama di tengah masyarakat melalui semangat gotong royong dalam melawan ancaman corona.
Dalam ruang lingkup wilayah provinsi jambi Gubernur, Bupati dan walikota beserta forkompimda harus serius menangani datang nya penyakit covid-19, hiruk pikuk pilkada serentak 2020 membangun semangat persatuan dan gotong royong untuk mengurangi dampak virus corona.(*)
*Kabid PTKP HMI Cabang Jambi periode 2020-2021
Langkah Stategis Fachrori Umar dalam Penanganan Virus Corona di Jambi
Lock Down Menurut UU NO. 6 TAHUN 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan

Hilal 1 Ramadhan 1447 H di Jambi Belum Terlihat, Keputusan Tunggu Sidang Isbat Kemenag Pusat



