Menuju Warisan Dunia : Pemprov Jambi dan DPR RI Bersinergi Revitalisasi KCBN Muaro Jambi



Rabu, 11 Februari 2026 - 22:27:41 WIB



Foto : Wagub Jambi Abdullah Sani.
Foto : Wagub Jambi Abdullah Sani.

JAMBERITA.COM - Ambisi besar Provinsi Jambi untuk membawa Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muaro Jambi ke panggung dunia semakin mendekati kenyataan. Pemerintah Provinsi Jambi bersama Pemerintah Pusat kini tengah melakukan transformasi besar-besaran guna menjadikan situs purbakala terluas di Asia Tenggara ini sebagai Warisan Dunia UNESCO.

Langkah strategis ini diperkuat dengan kunjungan kerja Panitia Kerja (Panja) Pelestarian Cagar Budaya Komisi X DPR RI ke Pelataran Candi Muaro Jambi Kedaton pada Rabu (11/02/2026). Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah dalam menjaga integritas sejarah sekaligus meningkatkan kesejahteraan lokal.

Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani menegaskan bahwa revitalisasi lahan seluas 3.981 hektare ini bukan sekadar pemugaran fisik, melainkan upaya menghidupkan kembali pusat peradaban.

"KCBN Muaro Jambi bukan hanya menyimpan nilai arkeologis, tapi adalah identitas dan kebanggaan bangsa. Kita ingin mengembalikannya sebagai pusat pembelajaran sejarah Nusantara dan destinasi wisata religi yang mendunia," ujar Wagub Sani.

Revitalisasi ini merupakan implementasi dari UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Tujuannya ganda: memperkuat ketahanan budaya nasional dan memposisikan budaya Indonesia sebagai kontributor utama peradaban global.

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian memberikan apresiasi tinggi terhadap nilai sejarah situs peninggalan abad ke-6 ini. Sebagai bentuk komitmen nyata, Komisi X mendorong dukungan pendanaan yang lebih kuat dari pusat.

Adapun poin poin dukungan Komisi X DPR RI, yakni pengawasan ketat atau memastikan perlindungan situs sesuai UU No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Kedua, dukungan anggaran mendorong pemerintah pusat mengalokasikan hingga 35% dari dana pelestarian cagar budaya khusus untuk Muaro Jambi dan peningkatan SDM untuk memperkuat kapasitas tenaga ahli arkeologi dan pengelola kawasan.

"Candi Muaro Jambi ini sangat luar biasa. Kami berkomitmen mendorong kebijakan yang berpihak pada keberlanjutan situs ini agar mampu memberikan kesejahteraan nyata bagi masyarakat sekitar," tegas Hetifah.

Wagub Sani menambahkan bahwa pelestarian ini mengusung pendekatan kolaboratif. Selain fokus pada candi, program ini juga mencakup, perlindungan lingkungan dalam menjaga keharmonisan antara situs sejarah dengan ekosistem alam sekitarnya.

Pemberdayaan masyarakat, untuk penguatan desa wisata di sekitar kawasan agar warga lokal menjadi pemain utama dalam industri pariwisata dan sinergi infrastruktur dalam mengintegrasikan KCBN Muaro Jambi dengan kawasan strategis lainnya seperti Geopark Merangin dan Danau Kerinci.

Acara yang digelar secara outdoor ini juga diisi dengan diskusi hangat bersama arkeolog, tokoh adat, dan pelaku budaya lokal. Masukan dari akar rumput ini diharapkan menjadi rekomendasi kebijakan yang konkret bagi DPR RI untuk memperjuangkan status Warisan Dunia UNESCO.

Dengan sinergi antara regulasi nasional yang kuat, dukungan anggaran yang memadai, dan keterlibatan aktif masyarakat, KCBN Muaro Jambi diharapkan tidak hanya menjadi saksi bisu masa lalu, tetapi menjadi motor penggerak masa depan Jambi di mata dunia.(afm)





Artikel Rekomendasi