Tak Bisa Digunakan, Warga Betara Sebut Pembangunan Jembatan Senilai Rp1,9 Miliar Sia-sia



Senin, 13 Januari 2020 - 19:23:16 WIB



JAMBERITA.COM - Pembangunan Halte sungai penghubung penyeberangan perahu tradisional bagi masyarakat antara parit H.Yakub Desa Bunga Tanjung dengan wilayah pasar Senin Desa Makmur Jaya, Kecamatan Betara Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi tak sesuai harapan.

Pasalnya hingga kini belum bisa difungsikan secara maksimal. Kendati pembangunannya dinyatakan sudah selesai sejak tiga bulan lalu. Namun faktanya para penambang yang akan menyeberangkan angkutan dan kendaraan roda dua maupun penumpang lainnya belum bisa mengandalkan halte penyeberangan senilai Rp 1,9 Miliar tersebut.

Seperti diutarakan Sobari, halte penyeberangan antar wilayah dusun dan desa didaerahnya itu baru hitungan bulan selesai dibangun.

Halte dengan konstruksi besi dan cor semen yang dibangun mengunakan dana APBN sebesar Rp 1,9 Miliar itu, kata Sobari, kini lebih banyak digunakan untuk tempat parkiran dan penumpukan barang pertanian.

"Sangat disayangkan nampaknya halte ini tidak maksimal dan berfungsi seperti layaknya halte penyeberangan," kata Sobari, mengutarakan kekecewaannya kepada awak media, Senin (13/1/20).

"Wajar jika kami kecewa. Kontraktor pembuat perencanaan halte sungai ini tidak menyesuaikan melihat kondisi di lapangan dan juga kemauan warga. Sehingga bangunan ini akhirnya tidak dapat digunakan penambang," keluhnya.

Tak jauh berbeda, Hanafi, menuturkan akibat bangunan halte tidak menyesuaikan kondisi dan kontruksi yang diinginkan warga setempat. Dampaknya penambang perahu akhirnya beralih menggunakan jembatan sederhana yang terbuat dari kayu, yang dinilai lebih cocok dengan kondisi yang ada dan tidak membahayakan bagi warga maupun penumpang yang ingin menyeberang.

"Kami secara swadaya akan membuat jembatan kayu sederhana, yang penting tidak membahayakan penambang dan penumpang," tandasnya. (Henky)




Tagar:

# TANJABBARAT





loading...