JAMBERITA.COM - Bawaslu Republik Indonesia mencatat setidaknya ada 4 hal yang menjadi catatan penting untuk proses pilkada serentak 2020. 4 hal tersebut bisa dijadikan sebuah acuan dalam keberhasilan pengawasan pada kontestasi kepala daerah ini.
Pimpinan Bawaslu RI, Rahmat Bagja menyebutkan bahwa 4 hal yang menjadi perhatian pada pilkada serentak 2020 ini adalah netralitas ASN, politik uang, politisasi sara, dan juga netralitas penyelenggara. Karena hal ini akan sangat berhubungan dengan relasi kuasa lokal juga masyarakat.
"Yang penting untuk netralitas penyelenggara adalah bahwa mereka punya hak dalam memilih, tetapi itu semua tidak bisa menyampaikan apapun mengenai arah dukungannya," katanya, Kamis (26/12/2019).
Ia mengatakan, mengenai masalah ASN sendiri sangat diharapkan bahwa para teman-teman tersebut tidaklah menunjukkan keberpihakannya ditempat apapun dan media apapun, meskipun atasan yang maju. Keberpihakan itu silakan disampaikan saat berada dibilik suara. Hal ini memang akan jadi catatan mengingat banyaknya kepala daerah yang ikut dalam kontestasi.
"Ini juga sudah sesuai dengan aturan yang dibuat oleh BKN dan juga Menpan RB terkait larangan ini. Hal ini akan kami genjot terus sosialisasi agar semuanya tidak lagi digunakan oleh para calon," tegasnya. (am)
Survei Tinggi Tapi Masuk Radar Cawagub Fachrori, Fasha Jawab Begini
Dibidik Jadi Wakil Fachrori, Al Haris Sebut jika Dirinya Maju Jadi Cagub Bukan Cawagub
Ketua DPW PKB Sofyan Ali Singgung Infrastruktur Tanjabbar, Pemimpin Harus Ada Jaringan ke Pusat
Fachrori Bidik 6 Kandidat Cagub Jadi Bakal Cawagubnya, Ada Nama Fasha, CE dan Al Haris


Komisaris Utama PT PAL Bengawan Kamto Kembali Ditahan di Rutan Jambi


