JAMBERITA.COM- Anggota DPRD Provinsi Jambi 2014-2019 Kusnindar mengakui jika dirinya ditugaskan Iim untuk membagikan uang ketok palu untuk pengesahan APBD 2017. Hanya saja, uang yang diterimanya kurang. Sehingga Ia sering ditagih oleh anggota.
"Karena Iim minta tolong, minta bagikan. Ini pun tidak klir. Sehingga ada cerita uang saya makan, sampai saya malas ke kantor karena ditagih terus, " kata Kusnindar.
Ditanya Jaksa kenapa anggota dewan minta uang ketok palu, Kusnindar mengatakan jika sudah jadi rahasiswa umum kalau kepala daerah mengumpulkan fee proyek. Makanya, DPRD yang mengesahkan APBD tentu minta bagian. “PIkiran saya seperti itu,” katanya.
Apalagi zaman sekarang ini. Sudah seperti Ijon. Kalau dahulu orang memberikan fee setelah menerima proyek. Tapi sekarang harus bayar fee di depan.(sm)
KPK Tahan Eks Anggota DPRD Jambi Terkait Suap Pengesahan RAPBD
Babak Baru Kasus Suap Ketok Palu, KPK Ungkap Tersangka Baru dari DPRD
Tim Kuasa Hukum Rahima Cs Kompak Ajukan Pledoi, Usai Dituntut JPU
Ditanya Jaksa Kenapa ke Saipudin Cari Info Korum, Kusnindar: Di DPRD Tembok Saja Bisa Bicara
Kusnindar Blak-blakan di Sidang Sempat Disuruh Cek Man Untuk Tutup Mulut soal Uang Ketok Palu
Kanwil Kemenkum Jambi Percepat Pendaftaran IG Batik Seberang Kota Jambi
