Lewat Video Call, Al Haris Luluhkan Pendemo di Kantor Bupati, Ini yang Disampaikannya



Kamis, 26 September 2019 - 09:36:03 WIB



JAMBERITA.COM, MERANGIN – Hanya bermodal sejarah nenek moyang disampaikan Bupati Merangin Al Haris, akhirnya pendemo lega dan bubar meninggalkan Kantor Bupati Merangin.

Awalnya, tuntutan para pendemo dari desa Batang Kibul Kecamatan Tabir Barat hanya ingin tanah mereka diselesaikan tapal batas dengan dua desa, Talentam dan Desa Sungai Tabir.

Para pendemo pun diminta mediasi dengan pihak Pemda yang dihadiri Pj. Sekda Hendri Maidalef, Kabag Pemerintahan M.Lazik, Kapolres Merangin AKBP M.Lutfi, Anggota DPRD Dapil II As’ari El Wakas, Danramil Tabir, Kabag Kesra, Camat Tabir Barat Kades Batang Kibul M.Nizar dan perwakilan masyarakat Desa.

Sekira pukul 21.20 Wib akhirnya Bupati H. Al Haris.yang sedang berada di Jakarta berbicara langsung dengan perwakilan pendemo melalui sambungan Video Call yang disaksikan masyarakat.

Salah satu perwakilan warga sekaligus sebagai Korlap, Edo Kurniansah menyampaikan 3 (tiga) tuntutan masyarakat yaitu dikukuhkan tapal batas yang sudah menjadi milik desa Batang Kibul.

Kedua segera ditutup penebangan kayu di wilayah LU2 transmigrasi dan ketiga omzet milik Desa Batang Kibul agar dikembalikan.

Mendengar tuntutan dari masyarakat Bupati menyampaikan dirinya Jumat pagi setelah pulang dari Jakarta akan datang langsung ke Desa Batang Kibul untuk sholat Jumat sekaligus mengecek kelokasi.

Selain itu Bupati juga menyampaikan persoalan tapal batas akan berpatokan Peta lama yang dibuat saat Bupati dijabat Rotani Yutaka.

“Insya Allah, Jumat pagi (28/9) saya akan datang bersama pejabat lainnga ke Desa Batang Kibul untuk melihat ke lokasi. Untuk persoalan tapal batas akan berpatokan Peta lama yang dibuat pak Rotani,”jelas Bupati Al Haris melalui sambungan Video Call.

Bupati menegaskan peta yang dibuat berdasarkan sejarah nenek moyang tidak boleh dirubah dan harus dipertahankan.

Mendengar jawaban dari Bupati yang disaksikan masyarakat, perwakilan Korlap Edo Kurniansah menegaskan apabila nanti tidak ada realisasi, maka masyarakat akan kembali datang ke Kantor Bupati dengan mendirikan tenda.

Bupati Merangin menegaskan bahwa masyarakat Batang Kibul juga merupakan warganya. Untuk persoalan tapal batas akan segera diselasaikan saat pulang dari Jakarta.

“Apabila saya bohong, sesuai tuntutan masyarakat mau dirikan tenda di halaman Kantor Bupati, silahkan masyarakat boleh dirikan tenda,” jawab bupati.(oli)




Tagar:

# MERANGIN





loading...