JAMBERITA.COM- Belasan mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa Jambi Bergerak yang melakukan aksi demo di Gedung DPRD dilarikan ke rumah sakit Umum Raden Mattaher Selasa (24/9/2019).
Plt Direktur Utama RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi drg Iwan Hendrawan membenarkan ada 15 mahasiswa yang mendapat perawatan medis karena mengalami luka-luka setelah aksi.
"Iya dilakukan pengobatan dan perawatan, pembiayaannya di tanggung oleh pemerintah Provinsi Jambi," ungkap Iwan, Rabu (25/9/2019).
Mereka dilarikan ke rumah sakit Raden Mattaher Provinsi Jambi karena mengalami luka-luka pasca aksi demonstrasi, mahasiswa/wi tersebut mulai dari Universitas Jambi, UNBARI dan UIN STS Jambi.
"Tidak ada yang parah, cuma satu telapak tangan robek, dijahit 2 jahitan dan di kasih obat," katanya.
Aksi tersebut diawali dengan saling dorong dan berujung ricuh, saling lempar dengan botol Aqua bahkan saling kejaran kemudian adanya benda tumpul yang dilemparkan ke arah gedung DPRD sehingga kaca disana pecah.
"Selain robek telapak tangan, yang lain cuma sesak nafas saja," jelasnya.
Suasana semakin panas akhirnya pihak keamanan menembakan gas air mata ke arah pendemo, kemudian mereka menarik diri dari lapangan kantor DPRD berpindah ke lapangan kantor gubernur.(afm)
Batanghari Unggul Prioritaskan Orang Miskin Untuk Nikmati Kue Pembangunan
Cecep Suryana Siap Maju jadi Calon Ketua KONI Provinsi Jambi
Kepala BNPB RI, Bersama Pangdam II/Sriwijaya Tinjau Lokasi Karhutla di Kumpeh
Edi Purwanto Jenguk Mahasiswa Korban Ricuh Aksi di DPRD Provinsi Jambi
15 Mahasiswa Dilarikan ke RSUD Raden Mattaher Jambi Akibat Ricuh Aksi di DPRD Provinsi Jambi
Akhirnya Fachrori Hadir di Tengah Aksi, Mahasiswa Sebut Beberapa Kali Demo Tak Bisa Bertemu
Mancing Tengah Malam, Seorang Pria di Jambi Hilang Misterius hanya Menyisakan Motor & Gorengan



