Karhutla Meluas, Sudah 47.510 Lahan dan Hutan yang Terbakar



Minggu, 22 September 2019 - 11:27:25 WIB



JAMBERITA.COM- Analisis Citra Satelit Lansat TM 8 tanggal 16 September 2019 yang dilakukan Komunitas Konservasi Indonesia WARSI mencatat sudah 47.510 ha kawasan hutan dan lahan yang terbakar.

Dari luas ini lebih dari separo, tepatnya 28.889 ha berada di kawasan gambut. Luas lahan yang terbakar ini menyumbang kabut asap dan partikel debu yang membahayakan kesehatan manusia.

Jika dilihat pada pemanfaatan lahan, kebakaran hutan dan lahan terjadi hampir di semua peruntukan lahan.

Yaitu Hutan Tanaman Industri dengan areal terbakar seluas 10.194 ha, HPH 8.619 ha, Perkebunan Sawit 8.185 ha, Hutan Lindung 6.712 ha, Restorasi Ekosistem 6.648 ha, Taman Nasional 3.395 ha, lahan masyarakat 2.956 ha, dan Taman Hutan Raya 801 ha.

“Melihat data ini kebakaran yang terjadi di Provinsi Jambi hampir semuanya berada dalam kawasan yang ada pemilik dan pihak yang bertanggung jawab terhadap kawasan tersebut,”kata Rudi Syaf Direktur KKI WARSI.

Jika lebih detail terlihat banyak pemegang izin yang mengalami kebakaran berulang, terutama di kawasan gambut.

Di antaranya perusahaan HPH yang di Jambi hanya tinggal 2 perusahaan yaitu PT PDI dan PT PBP juga mengalami kebakaran pada tahun 2015. Pun demikian dengan perusahaan HTI, juga mengalami kebakaran berulang di antaranya PT WKS, dan eks PT Diera Hutani Lestari. Perkebunan Sawit yang juga berulang diantaranya PT CIN, PT ATGA, PT KUS.

“Kebakaran berulang ini menunjukkan bahwa ada ketidakmampuan pemegang izin di kawasan gambut untuk menjaga kawasan kelolanya aman dari bahaya kebakaran,”kata Rudi Syaf.

Dikatakannya, ada ketidakpatuhan pemegang izin di kawasan ini untuk mempertahankan muka air gambut minimal 40 centimeter di bawah permukaan tanah. Di samping itu juga ada ketidakpatuhan untuk menyiapkan sarana dan prasaran serta sumber daya untuk penanggulangan kebakaran.

“Padahal PP No 57 tahun 2016 jelas menyebutkan kewajiban untuk mempertahankan muka air gambut minimal 40 cm dari permukaan, dan kewajiban untuk tersedianya peralatan dan manusia yang bertanggung jawab untuk mencegah kebakaran secara mutlak,”kata Rudi.

Selain faktor kelalaian pemegang konsesi, kebakaran terjadi tahun ini, terindikasi kuat dipicu oleh aktivitas ekonomi, baik untuk pembukaan lahan oleh perusahaan.

“Memang izin baru tidak ada yang diterbitkan, namun ada indikasi kuat lahan yang sudah mendapatkan izin tahun-tahun sebelum moratorium izin, tahun ini dibuka untuk areal perkebunan dengan cara membakar,”kata Rudi.

Selain itu, kebekaran juga terindikasi kuat dilakukan oleh masyarakat kelas menengah yang menyasar kawasan-kawasan yang harusnya di dalamnya tidak memungkinkan untuk perladangan dan pembukaan kebun.

Misalnya kawasan lindung, taman nasional, kawasan restorasi dan taman hutan raya. Jika dcermati, ada yang indikasi kuat keterlibatan masyarakat kelas menengah yang ingin menguasai lahan dan memperkerjakan pihak ketiga atau petani untuk membuka lahan dengan cara membakar.

“Kami meminta kepada aparat untuk tegas mengusut ini sampai ke pelaku utama, bukan hanya berhenti pada orang upahan yang nyatanya dia disuruh oleh pemodal yang merupakan masyarakat kelas menengah,”kata Rudi.

Untuk menyelamatkan Jambi dari bencana kebakaran yang berulang setiap kemarau, WARSI menyerukan kepada para pihak untuk mengembalikan gambut pada fitrahnya sebagai daerah lindung, terutama gambut dalam.

Di Provinsi Jambi terdapat 29.701 ha gambut dengan kedalaman lebih dari 4 meter yang dibebani izin untuk HTI dan Perkebunan Sawit. Jika tarik ke analisis kebakaran, lahan gambut dengan kedalaman lebih dari 4 meter yang mengalami kebakaran tercatat 14.697 ha pada tahun ini saja.

“Kembalikan fungsi gambutnya, atau kita akan selalu mengalami bencana ini setiap kemarau, merugikan kesehatan, menghabiskan dana yang sangat besar untuk pemadaman dan tentu juga mempertontonkan ketidakberdayaan Indonesia mengendalikan kebakaran hutan dan lahan,” pungkas Rudi. (*/sm)










loading...










#DEBAT KANDIDAT PILWAKO #BAKSO TARSYID #SIDANG SUPRIYONO #PLN #DEBAT PILWAKO 1 #ZOLA DIPERIKSA KPK #BATU BARA #VONIS KETOK PALU #ZUMI ZOLA TERSANGKA #SAROLANGUN #MUARO JAMBI #MERANGIN #Miss Indonesia 2019 #Nenek Zumi Zola Meninggal #BUNGO #BERITA JAMBI #BATANGHARI #cawagub fachrori #caleg PBB Jambi mundur #ZUMI ZOLA #LHKPN #KOTA JAMBI #KERINCI #korem 042/gapu #Kemas Faried #Fachrori Rombak Pejabat #danrem 042 Gapu #SUNGAI PENUH #SUAP KETOK PALU #surat suara Jambi #abdul Fattah meninggal #PRABOWO KE JAMBI #Pemberhentian Zumi Zola #TEBO #TANJABTIMUR #TANJABBARAT #TMMD Kerinci #TABLOID INDONESIA BAROKAH #Rocky Gerung #relawan demokrasi #REKI #Edi Purwanto #UIN STS Jambi #Pelecehan seksual #bawaslu provinsi jambi #Debat Pilpres 4 #Pahlawan nasional #Raden Mattaher #Partai Berkarya #KKI WARSI #pohon asuh #Edi Purwanto #iin inawati #Jambi masa lalu #Sejarah jambi #Musri Nauli #angin kencang Bungo #Kantor Pos Bungo Diterjang Angin #Syaihu ke PTUN #Demo UINS STS Jambi #Pelecehan seksual #Penyelundupan Lobster #Lobster Jambi #masa tenang #money politic #BAWASLU KOTA JAMBI #SYARIF FASHA #FACHRORI UMAR #HASIL PILPRES 2019 #HASIL PILEG 2019 #17 April 2019 #Minyak ilegal #Polda Jambi #KPPS Dipecat #PEMILU 2019 #LOGISTIK PEMILU 2019 #KPU PROVINSI JAMBI #Caleg Gerindra Ditangkap di Sungaipenuh #Mualaf Center Indonesia #kotak suara rusak #Hasil Pileg Tanjabbar #KPPS Meninggal Dunia #Pembakaran Kotak Suara #Prediksi Kursi di Provinsi Jambi #Pleno Rekapitulasi Suara #Harga Bawang putih #PLENO KPU PROVINSI JAMBI #Sutan Adil Hendra #SIDANG PELANGGARAN BAWASLU #Ketua DPRD Kota Jambi #Kemendagri #Samsat Jambi #Ratu Munawarrah #PIlgub Jambi #Anggota DPRD pindah parpol #DPRD Sungai Penuh #aksi Mahasiswa Jambi #GUGATAN PARPOL DI MK #Polda Jambi