JAMBERITA.COM - Alat yang mengukur skala angka Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang dimiliki Dinas Lingkungan rusak. Saat ini masih dalam perbaikan.
Padahal alat ini sangat dibutuhkan karena dampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi perlahan bergerak naik.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jambi Evi Primawati menyampaikan, skala ISPU saat ini berada di angka 77 dan masih dalam kategori sedang.
"Untuk dapat mengukur kualitas udara itu ada 5 alat parameter yang digunakan. Namun yang berfungsi hanya terdapat 2 parameter yakni SO2 dan O3," katanya, saat di Gedung DPRD Provinsi Jambi, (16/8/2019).
Evi menambahkan, pihaknya lebih menggunakan alat pengukur udara berupa parameter PM10, tetapi alat tersebut tengah mengalami kerusakan dan sedang diperbaiki oleh pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
"Maka langkah antisipasi sekarang, dengan melakukan pengukuran PM10 secara manual yang hasilnya tidak bisa langsung terhitung dalam waktu 2 x 24 jam," bebernya.
Sementara alat pengukur udara yang beroperasi saat ini berupa Air Quality Monitoring System (AQMS), kata Evi berada di Kota Jambi dengan jangkauan radius hanya 500 meter.
Sedangkan untuk pengadaan alat yang baru, menurutnya sangat mahal. "Alatnya sendiri sangat mahal, dimana 1 alat pengukur kualitas udara itu saja hampir 1 miliar. Dan kita mendapatkan bantuan alat dari Kementerian," pungkasnya. (afm)
Tas Sovenir PTPN VI Bergambar Teh Kayu Aro dan Panorama Kerinci Beredar di Istana Negara
Kabut Asap Makin Terasa, Feri: Kepala Daerah Wajib Siapkan Rumah Aman untuk Masyarakat
Menristek Dikti Rilis Klaster Perguruan Tinggi, ITB Nomor Satu, Unja Melorot ke Posisi 66
Meriahkan HUT RI, Insan Madani Gelar Lomba Kreatifitas Media Pembelajaran
Kabut Asap Mulai Dirasakan, Polda Jambi Tetapkan 9 Tersangka, Ini Pesan Kapolda
Danrem 042/Gapu Pimpin Penyerahan Jabatan Kasrem dan Sertijab Kasipers


