JAMBERITA.COM - Dampak kemarau panjang mulai terasa. Masyarakat Kualatungkal, Tanjung Jabung Barat, Jambi mulai merasakan dampak langsung akibat kekeringan sumber air selama musim kemarau.
Kondisi krisis air untuk kebutuhan sehari-hari MCK ini makin terasa setelah pihak PDAM Tirta Pengabuan mengumumkan tertanggal 8 Agustus 2019 suplai aliran air ke rumah warga pelanggan PDAM Tirta Pengabuan terpaksa terhenti karena ketiadaan sumber air baku.
Melihat kondisi memprihatinkan itu, jajaram Polres Tanjab Barat, mengambil inisiatif memberikan bantuan air gratis bagi yang membutuhkan.
"Ini langsung perintah Kapolres melalui Kabag Ops untuk meringankan beban masyarakat yang membutuhkan air," terang Kasubag Humas Polres Tanjab Barat, Iptu Willemi, Senin (12/8/2019).
Menggunakan Mobil Water Canon milik sabhara polres Tanjab Barat, air sebanyak 5000 liter, disalurkan kepd masy Jl. Bengkinang, Jln. Panglima kelurahan Tungkal III kecamatan Tungkal Ilir, Tanjab Barat. Warga terlihat antre menunggu giliran.
Seperti diketahui selama ini selain mengandalkan air dari PDAM Tirta Pengabuan, Warga Kualatungkal juga banyak bergantung pada air hujan. Namun dua sumber air itu sejak masuk musim kemarau tak bisa banyak diandalkan lagi. Sementara sumur bor banyak yang sudah tidak berfungsi lagi sejak masyarakat mulai bergantung pada PDAM.
"Dalam kondisi krisisi air seperti saat ini. Bantuan langsung seperti ini sangat terasa manfaatnya. Terima kasih sekali pak Kapolres," ungkap salah satu warga yang merasa terbantu dengan pembagian air gratis tersebut. (Henky)
Rapat Paripurna Keempat DPRD Tanjab Barat Sampaikan Rekomendasi Strategis
Wakil Ketua DPRD H. M. Sjafril Simamora Ikut Pantau Proses Assessment JPT Pratama Tanjab Barat
Bupati Anwar Sadat Pantau Uji Kompetensi JPT Pratama Pemkab Tanjabbar di LAN Jatinangor
33 Anggota DPRD Mangkir di HUT Tanjabbar, Jamal Ungkap Alasan Karena Tak Mau Langgar Perda
Hari Jadi Tanjab Barat ke 54, Bupati Safrial Harapkan Tanjab Barat Semakin Maju dan Jaya


Teng! drg Iwan Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD Raden Mattaher Jambi di Tengah Pusaran Utang Rp122 M


