Di saat Harga-harga Naik, Nasib Petani Kelapa Tak Kunjung Membaik



Kamis, 08 Agustus 2019 - 15:01:28 WIB



JAMBERITA.COM - Disaat hampir semua kebutuhan bumbu dapur seperti bawang, cabe dan kebutuhan lainnya merangkak naik.

Sebaliknya, harga Komoditi kelapa di kalangan petan saar ini justru tak mengalami penyesuaian harga.

Dengan kisaran harga Rp 500 hingga 800 perbiji, hal ini memaksa petani kelapa harus urungkan niat memanen buah kelapa karna dinilai merugi.

Muslimin, salah satu petani kelapa dalam di Rt 11 Desan Sungai Limun Kecamatan Tungkal Ilir,menuturkan jika anjloknya harga kelapa dalam tidak seimbang dengan biaya perawatan kebun mulai dari pemupukan hingga proses panen.

"Jangankan untuk menutupi kebutuhan dapur dan sekolah anak sehari-hari, dengan harga semurah itu untuk beli pupuk saja tidak mencukupi," kata Muslim.

Sementara masa panen harus menunggu 2 atau 3 bulan. "Sedangkan yang ditunggu harganya sebatas Rp 500 atau 800 perbiji, kalau diitung-itung jadinya pengeluaran lebih besar dari pemasukan," keluhnya.

Perbedaan harga, kata Muslim, belaku pada petani kelapa dalam yang berada di pinggir jalan atau tidak terlalu jauh jarak angkutnya maka akan dihargai Rp 800 perbiji. Sementara bagi petani yang kebunnya berada di dalam atau agak jauh dari jalan raya maka akan hanya dihargai Rp 500 perbiji .

"Ya, tetap saja lah kami bersyukur, karena inilah yang kami punya untuk mencukup-cukupi keperluan biaya hidup dan pendidikan anak kami," timpal Alwi, sesama petani kelapa dalam.
Padahal selama ini kelapa dalam jadi produk andalan hasil pertanian di Tanjabbar.
"Jelas kami berharap banyak ada perubahan harga yang lebih, seperti beberapa waktu lalu, harga kelapa dalam sangat bagus sampai Rp2.500 perbiji," tandasnya. (Henky)




Tagar:

# TANJABBARAT

Artikel Rekomendasi