Sungai Paur



Kamis, 18 Juli 2019 - 05:42:37 WIB



Musri Nauli
Musri Nauli

OLeh: Musri Nauli*

Menyebutkan nama Sungai Paur tidak dapat dilepaskan dari sejarah panjang Desa Lubuk Kambing. Berdasarkan Perda Kabupaten Tanjung Jabung Barat No. 20 Tahun 2011 maka Desa Lubuk Kambing mengalami pemekaran. Desa Sungai Paur kemudian menjadi Desa. Sehingga masyarakat Desa Lubuk Kambing dan Desa Sungai Paur mempunyai keterikatan kekerabatan yang kuat. Hingga sekarang.

Desa Sungai Paur terdiri dari Dusun Sungai Paur (sering juga disebut Dusun 1), Dusun Sungai Jelatang (Biasa disebut Dusun 2) dan Dusun Ibul (Sering juga disebut Dusun 3).

Selain Sungai Paur, Sungai Ibul juga terdapat Sungai Semantung. Sungai Semantung adalah nama Sungai. Anak Sungai dari Sungai Ibul.

Ibul adalah nama nenek moyang (muyang) yang bernama Ibul. “Muyang” yang kemudian tinggal disekitar Sungai Semantung dan Sungai Ibul. Untuk menjaga anak-anak dan keturunan dari Ibul sebagai nenek moyang, anak-anak yang kecil kemudian dibuatkanlah “buai” (tempat ayunan atau tempat buaian untuk menenangkannya.

Didalam mengelola tanah, masyarakat mempunyai pengetahuan yang masih digunakan masyarakat hingga kini. Biasa disebut sebagai “ico pakai”.

Ico pakai adalah bahasa adat yang berarti  kebiasaan yang berlaku pada suatu tempat dalam Wilayah Adat. “Ico Pakai” (Penerapan) adat istiadatnya yang disebut “Tak Lapuk di Hujan, Tak Lekang di Panas”. Istilah Ico Pakai dapat ditemukan didalam Perda Provinsi Jambi No. 2 Tahun 2014, Perda Kotamadya Jambi No. 4 Tahun 2014 dan Perda Kabupaten Tanjung Jabung Timur No. 5 Tahun 2014, Perda Kabupaten Bungo No. 9 Tahun 2007.

Untuk menentukan ukuran tanah masyarakat mengenal istilah depa (depo). Satu depo adalah 1,7 meter. Satu hamparan dengan ukuran depo dikenal bidang. 

Terhadap tanah yang diberikan maka harus ditandai. Biasa dikenal sebagai “mentaroan”. Selain “mentaroan” biasa disebut juga “sepadan tanah”. Ada yang menyebutkan “pinang batas”. Atau “pinang sepadan”.

Mentaro juga dikenal di Marga Kumpeh Ulu dan Marga Kumpeh. Mentaro ditandai dengan tanaman yang ditanami berjejer. Di daerah ulu biasa diseut sebagai “pinang belarik. Selain “mentaroan” biasa disebut juga “sepadan tanah”.

Tanah yang telah diberikan kemudian harus ditanami. Tanaman tua seperti “jengkol”, durian, pinang”. Menjelang tanaman tua menghasilkan, maka sering ditanami padi ataupun sayur-sayuran.

Masyarakat mengenal tanaman padi local seperti Kuku balam, padi rias. Rata-rata berumur 5-6 bulan. Untuk lahan seluas 1 ha diperlukan bibit padi 4 kaleng. 1 kaleng ditaksir Rp 400.000,-.

Terhadap tanah yang tidak ditanami maka disebut sebagai “tanah liaran”. (tanah terlantar). “tanah liaran” adalah sarang hama. Sehingga mengganggu tanah disekitarnya.

Yang ditandai dengan “belukar”. Biasanya “tanah terlantar” sekitar 3-5 tahun. Sehingga terhadap tanah yang kemudian tidak ditanami 3-5 tahun maka status tanah menjadi hilang.

Dalam hukum tanah Melayu Jambi, “belukar” dikategorikan sebagai “belukar mudo” dan belukar tuo”. Ada juga menyebutkan sebagai “belukar lasah”. Ada juga menyebutkan “perimbun”. Ada juga menyebutkan “empang krenggo” atau “larangan krenggo”.

Di daerah uluan, belukar (baik belukar mudo maupun belukar tuo) ditandai dengan seloko “hilang celak jambu kleko”. Ada juga menyebutkan sebagai “tunggul pemarasan’.

Setiap “mentaroan” maka diwajibkan oleh pemilik tanah. Sebagai tanda dan identitas terhadap kepemilikan terhadap tanah.

Sehingga “mentaroan” tidak ada lagi maka tanah kemudian dikembalikan. Dan dapat digunakan kepada orang lain.

Desa Sungai Paur kemudian masuk kedalam Kecamatan Renah Mendaluh, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.(*)

*Advokat dan tinggal di Jambi

 

 

 

 

 

 












loading...










#DEBAT KANDIDAT PILWAKO #BAKSO TARSYID #SIDANG SUPRIYONO #PLN #DEBAT PILWAKO 1 #ZOLA DIPERIKSA KPK #BATU BARA #VONIS KETOK PALU #ZUMI ZOLA TERSANGKA #SAROLANGUN #MUARO JAMBI #MERANGIN #Miss Indonesia 2019 #Nenek Zumi Zola Meninggal #BUNGO #BERITA JAMBI #BATANGHARI #cawagub fachrori #caleg PBB Jambi mundur #ZUMI ZOLA #LHKPN #KOTA JAMBI #KERINCI #korem 042/gapu #Kemas Faried #Fachrori Rombak Pejabat #danrem 042 Gapu #SUNGAI PENUH #SUAP KETOK PALU #surat suara Jambi #abdul Fattah meninggal #PRABOWO KE JAMBI #Pemberhentian Zumi Zola #TEBO #TANJABTIMUR #TANJABBARAT #TMMD Kerinci #TABLOID INDONESIA BAROKAH #Rocky Gerung #relawan demokrasi #REKI #Edi Purwanto #UIN STS Jambi #Pelecehan seksual #bawaslu provinsi jambi #Debat Pilpres 4 #Pahlawan nasional #Raden Mattaher #Partai Berkarya #KKI WARSI #pohon asuh #Edi Purwanto #iin inawati #Jambi masa lalu #Sejarah jambi #Musri Nauli #angin kencang Bungo #Kantor Pos Bungo Diterjang Angin #Syaihu ke PTUN #Demo UINS STS Jambi #Pelecehan seksual #Penyelundupan Lobster #Lobster Jambi #masa tenang #money politic #BAWASLU KOTA JAMBI #SYARIF FASHA #FACHRORI UMAR #HASIL PILPRES 2019 #HASIL PILEG 2019 #17 April 2019 #Minyak ilegal #Polda Jambi #KPPS Dipecat #PEMILU 2019 #LOGISTIK PEMILU 2019 #KPU PROVINSI JAMBI #Caleg Gerindra Ditangkap di Sungaipenuh #Mualaf Center Indonesia #kotak suara rusak #Hasil Pileg Tanjabbar #KPPS Meninggal Dunia #Pembakaran Kotak Suara #Prediksi Kursi di Provinsi Jambi #Pleno Rekapitulasi Suara #Harga Bawang putih #PLENO KPU PROVINSI JAMBI #Sutan Adil Hendra #SIDANG PELANGGARAN BAWASLU #Ketua DPRD Kota Jambi #Kemendagri #Samsat Jambi #Ratu Munawarrah #PIlgub Jambi #Anggota DPRD pindah parpol #DPRD Sungai Penuh #aksi Mahasiswa Jambi #GUGATAN PARPOL DI MK #Polda Jambi