Warga Cemas Pembangunan Jembatan Senilai Rp 3,8 M Ganggu Aktivitas Pompong



Jumat, 12 Juli 2019 - 16:06:37 WIB



JAMBERITA - Pembangunan Jembatan Penghubung yang berlokasi tepat di sebelah Kantor Bupati Tanjung Jabung Barat, senilai Rp 3,8 Miliar, sejak beberapa pekan terakhir menimbulkan keresahan.

Khususnya bagi aktivitas ekonomi warga pengguna pompong yang sering melintas saban hari menuju Sungai besar Pengabuan.

Pasalnya, warga pengguna pompong khawatir jika bangunan jembatan terlalu rendah nantinya akan menghambat laju jalan pompong.

Warga yang protes dan mengadu ke RT bahwa pembangunan jembatan jangan sampai menghalangi jalur pompong.

Ketua RT 10, Kelurahan Sriwijaya‎,Khairul dikonfirmasi mengaku keluhan warga bukan hanya soal pompong, selain itu juga soal kebisingan yang mengganggu. Diakuinya kendati sudah didatangi pihak pelaksana namun hanya sekedar untuk pamit melaksankan pekerjaan. Dan itu disampaikan secara lisan.

"Mereka datang (perusahaan) cuma sekedar pamit saja‎. Tidak ada permintaan tanda tangan soal gangguan (HO) kebisingan," ungkap Khairul, Jumat (12/7/2019).

‎Dugaan ini memancing Sudirman, tokoh pemuda Tanjab Barat mendatangi lokasi pekerjaan dan mempertanyakan hal izin gangguan tersebut.

Sementara itu, Ketua Ormas Rajawali Sakti, Sudirman mengaku prihatin dengan sikap abai pihak pelaksana pekerjaan.

Tidak hanya mempersoalkan ijin HO, Sudirman juga mempertanyakan soal safety bagi pekerja. Dimana, para pekerja terlihat tidak menggunakan alat keselamatan kerja. Seperti sarung tangan, sepatu,dan helm‎. Selain perencanaan yang tidak matang, pengaman bagi pekerja kurang diperhatikan.

"Ini kan proyek pemerintah ya taati aturan yang ada," ujar Sudirman.

Menjawab kritikan ini, petugas pengawas lapangan berdalih jika para pekerja ini adalah penduduk lokal dan sudah mengurus HO.

"Kita sudah mengurus HO. Soal pekerja mereka itu semua penduduk sini kok," ujarnya ringkas. (Henky)




Tagar:

# TANJABBARAT








loading...