Kepercayaan Publik Ke Polri Terus Meningkat, Ini Capaiannya



Rabu, 10 Juli 2019 - 12:01:47 WIB



Kapolda Jambi Irjen Pol Drs Muchlis As MH saat memberikan penghargaan pengabdian di lapangan eks Mtq
Kapolda Jambi Irjen Pol Drs Muchlis As MH saat memberikan penghargaan pengabdian di lapangan eks Mtq

JAMBERITA.COM - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyatakan dari berbagai lembaga-lembaga kredibel tingkat kepercayaan publik terhadap institusi Kepolisian Republik Indoneisa (Polri) terus meningkat.

"Setelah KPK dan TNI, Kinerja Polri dalam memelihara keamanan dalam negeri terus mendapatkan apresiasi positif dari masyarakat. Tingkat kepercayaan publik terhadap institusi Polri terus meningkat," papar Kapolda Jambi saat membacakan amanat Presiden RI Jokowi, Rabu (10/7/2019).

Hal tersebut disampaikan Kapolda Jambi Irjen Pol Drs Muchlis As MH saat bertindak sebagai inspektur upacara Hari HUT Bhayangkara ke 73 di lapangan Eks MTQ, Kota Jambi yang dihadiri oleh unsur Forkompinda dan instansi terkait.

"Capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh personel Polri, dengan dukungan mitra kerja dan masyarakat," jelasnya.

Itu dibuktikan dengan, situasi keamanan dalam negeri sepanjang tahun 2018 dan 2019 terpelihara dengan baik. Polri/TNI telah mengamankan seluruh perhelatan internasional yang diselenggarakan pemerintah. Mulai dari Asian Games, Asian Para Games, serta IMF-World Bank Annual Meeting 2018.

"Polri dan TNI juga telah mengamankan penyelenggaraan Pilkada Serentak Tahun 2018 dan Pemilu Tahun 2019, sehingga terselenggara dengan aman, damai, dan demokratis," terangnya.

Lebih lanjut, seluruh agenda kemasyarakatan juga dapat terselenggara dengan aman, mulai dari perayaan Natal 2018, Tahun Baru 2019, sampai dengan Ramadhan dan Idul Fitri 1440 Hijriah 2019.

"Kita juga merasakan situasi kamtibmas yang kondusif, arus mudik dan arus balik berjalan dengan lancar, stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan terjamin di seluruh wilayah Indonesia," jelasnya.

Selain itu, bersama dengan seluruh pemangku kepentingan, Polri juga turut terlibat aktif dalam penanggulangan bencana yang terjadi di
berbagai wilayah di tanah air dan mengungkap berbagai kejahatan, mulai dari kejahatan konvensional yang meresahkan masyarakat, kemudian kejahatan lintas negara seperti terorisme.

"Perdagangan narkotika, perdagangan orang, dan kejahatan siber, lalu kejahatan berimplikasi kontinjensi seperti konflik sosial, kerusuhan massa, dan unjuk rasa anarkis, sampai dengan kejahatan terhadap kekayaan negara seperti illegal logging, illegal fishing, dan tindak pidana korupsi," tambahnya.

Juga termasuk dalam menindak kejahatan tindak pidana korupsi, sepanjang tahun 2018, Polri telah berhasil mengungkap kerugian negara senilai Rp 2,9 triliun dan menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp 2,3 triliun.

Selanjutnya dalam pengelolaan organisasi, Polri telah meningkatkan akuntabilitas dan transparansi. "Laporan keuangan Polri meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama 6 tahun berturut-turut," tegasnya.

Laporan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) menunjukkan Nilai Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Indeks Reformasi Birokrasi Polri mengalami peningkatan, disertai dengan keberhasilan mewujudkan 69 Zona Integritas, yang terdiri dari 64 Satker dengan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan 5 Satker dengan predikat Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

"Hal ini menempatkan Polri pada urutan kedua Kementerian/Lembaga dengan Zona Integritas terbanyak setelah Kementerian Keuangan," pungkasnya.(afm)












loading...