Dinsosdukcapil Provinsi Jambi Segera Ajukan Perda Penanganan Lansia Agar Lebih Diperhatikan



Rabu, 10 Juli 2019 - 07:05:32 WIB



JAMBERITA.COM - Dinas Sosial Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dinasdukcapil) Provinsi Jambi segera mengajukan Peraturan Daerah (Perda) terkait dengan penanganan Lansia agar dapat lebih diperhatikan.

Kepala Dinsosdukcapil Provinsi Jambi Arief Munandar menyatakan bahwa untuk penanganan lansia agar lebih diperhatikanmaka dibutuhkan Perda. Dalam hal ini, pihak DPRD pun sudah memprakarsai dan mendukung penuh.

"Sekarang insya Allah Perda untuk penanganan lansia di provinsi Jambi ke depan, tinggal disahkan. Ini Jambi, Alhamdulillah termasuk provinsi yang mungkin kelima perda lansia, jadi kita bisa menangani lansia lebih baik lagi," ungkapnya saat dijumpai awak media diruang kerjanya, Selasa (9/7/2019).

Karena menurut Arief Munandar, dari 3,5 juta penduduk Jambi ini, itu ada potensi Lansia sebanyak 233 ribu orang. Dari 233 ribu ini, ada sekitar dua ribuan Lansia yang benar benar sudah tidak bisa berbuat apa-apa.

"Perlu diketahui dari 2.33000 itu, Alhamdulillah provinsi Jambi ini punya bonus demografi yang bagus. Artinya angka harapan hidup yang semakin baik, kenapa ada sekitar 40 ribu lansia yang di atas umur 75 tahun ini kan sudah luar biasa arti angka harapan hidup baik," terangnya.

Seperti misalnya sekarang Pemprov Jambi sekarang ini ada satu panti jompo dihuni oleh sebanyak 71 orang yang memang benar benar terlantar dan tidak punya keluarga. Akan tetapi dari semua lansia itu, bukan berarti tidak potensial, namun ada juga lansia yang berpotensial.

"Ini lah kedepan, mungkin mereka masih bisa diberdayakan dan mungkin ada beberapa pekerjaan yang bisa diserahkan kepada lansia lansia ini, seperti di luar negeri," terangnya.

Kedepan juga, pihaknya akan berupaya pula untuk memfasilitasi sarana dan prasarana dan akan membentuk semacam komunitas dan menyediakan taman bagi para lansia berkumpul untuk saling bertukar pikiran.

"Selanjutnya, dinas perhubungan juga mungkin sudah ada rencana juga untuk memprioritaskan lansia, contoh ketika mereka berpergian menggunakan pesawat sekalipun angkutan umum itu harus dikhususkan," tambahnya.

Kemudian, Arief juga mengatakan para lansia juga harus diprioritaskan apalagi ketika mereka hendak berobat diusahakan jangan sampai mereka harus menunggu lama atau antrian.

"Jangan lagi Lansia itu harus menunggu lama, harus punya jalur khusus, bagi pensiuan pensiuan juga perlu dipikirkan. Kan kasian orang sudah tua harus lama menunggu antrian," jelasnya.

Perda itu juga menekankan dalam penangganan Lansia itu tidak hanya pemerintah saja yang bertanggung jawab, tetapi dunia usaha dan masyarakat juga berkewajiban.

"Buktinya panti lansia kami di Pall 5 itu, nyatanya bukan dari pemerintah saja yang memberikan makan, tetapi dari masyarakat banyak yang membantu apalagi disaat momen momen tertentu," jelasnya.

Mereka berharap, kedepan penanganan Lansia di Provinsi Jambi ini lebih diperhatikan terutama dari masyarakat dan dunia usaha serta tidak menutup kemungkinan perusahaan-perusahaan swasta juga akan membentuk panti yang akan mereka tanggung sendiri.

"Nah, mungkin ini perlu diperhatikan, dengan keterbatasan anggaran kita pemerintah, apa salahnya ya CSR dunia usaha dialihkan ke kegiatan sosial," pungkasnya.(afm)










loading...








TP PKK Tanjabbar Gelar Rakor Tahun 2019

TP PKK Tanjabbar Gelar Rakor Tahun 2019

Jumat, 06/12/2019 16:34:40