Oleh: Muhlisin*
Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jambi di ambang mata. 2021 bukan waktu yang lama untuk hitungan politik kelas 'Rajo Jambi'.
Sebelum berakhirnya 2019, tahapan sudah mulai berjalan. KPU dan jajarannya bersiap dengan perencanaan dan detil-detil lainnya.
Tak salah jika nama-nama potensial pun mulai mengapung ke permukaan. Baik sekedar test the water atau uji permukaan, atau benar-benar serius, nama tersebut semakin santer beredar.
Mantan Gubernur Jambi Hasan Basri Agus, petahana Fachrori Umar, hingga Kapolda Jambi Muchlis AS, sudah santer. Plus para kepala daerah yang sudah menjabat dua periode: Sy Fasha, Al Haris, Cek Endra, Sukandar, hingga Usman Ermulan.
Lalu kenapa macan-macan pemilu legislatif kurang dihitung? Bisa jadi itu merupakan kesalahan. H Bakri, Elviana, hingga M Syukur. Mereka berkali-kali sukses back to back menembus Senayan.
Wabil khusus Elviana. Politisi perempuan ini dikenal sangat 'licin' dan jeli. Ia pandai melihat dan membaca peluang hingga tidak punya sejarah gagal. Pada periode, 2004-2009 ia lolos ke DPR RI dengan perahu PDIP. Periode berikutnya, 2009-2014, Elviana alih jalur ke DPD RI, dan kembali lolos.
Periode 2014-2019, ia kembali berhasil menebus DPR RI bersama PPP. Kini, bertepatan dengan ambruknya PPP, Elviana sukses lagi 'mudik' ke Jakarta lewat DPD RI periode 2019-2024. Ada 192.514 suara dikantongi politisi yang dikenal paling rajin turun ke desa menyapa konstituennya. Ia hanya tertinggal dari putri sulung Gubernur Jambi Ria Mayang Sari (239.422 suara) dan petahana DPD, M Syukur (233 514 suara). Sementara M Sum Indra (156.731 suara) tertinggal di bawah Elviana.
Terlepas dari politisi senior lainnya semacam H Bakri (PAN) dan M Syukur. Elviana sangat layak diperhitungkan sebagai pemain unggulan jika maju di pilgub Jambi.
Setidaknya, Elviana memiliki beberapa keunggulan yang tak bisa dipandang enteng. Bahkan, beberapa dari poin plus Elviana justru (mungkin) tak dimiliki oleh nama-nama tenar yang lainnya.
Pertama, kelompok pemilih perempuan. Selama tahapan kampanye pemilu legislatif 2019, Elviana terdeteksi sangat konsisten menggarap suara pemilih perempuan. Terbukti ia sukses memaksimalkan potensi suara dari kelompok tersebut.
Kedua, Elviana mampu konsisten memelihara jejaring politiknya. Selama 15 tahun berada di Senayan, bukan perkara gampang. Jika lah Elviana tak memelihara jejaring politiknya hingga ke desa-desa, mungkin saja ia sudah terlempar dari empat besar calon senator asal Jambi.
Ketiga, jejaring politik dan pendanaan nasional. Lama malang melintang di kancah nasional, Elviana dipastikan memiliki jejaring yang luas. Baik di kalangan politisi maupun sumber-sumber pembiayaan untuk mengarungi samudera pilkada Jambi 2021.
So, untuk pilgub Jambi 2021, Elviana sangat layak diperhitungkan.
*Ketua GP Ansor Merangin
Maulana di Harla Pancasila: Implementasi Kampung Bahagia Wujud Semangat Nilai-Nilai Pancasila



