Oleh : M. Anggoro Kasih, S.P
Sejalan dengan tantangan global, peran dan tanggung jawab guru pada masa mendatang akan semakin kompleks, sehingga menuntut guru untuk senantiasa melakukan berbagai peningkatan dan penyesuaian kemampuan professional. Guru harus lebih dinamis dan kreatif dalam mengembangkan proses pembelajaran peserta didik. Guru dimasa mendatang tidak lagi menjadi satu-satunya orang yang palaing well informed terhadap berbagai informasi dan pengetahuan yang sedang tumbuh,berkembang,berinteraksi dengan manusia di jagat raya ini. Di masa depan guru, bukan satu-satunya orang yang lebih pandai di tengah-tengah peserta didiknya.
Guru inisiator adalah guru masa depan, yang akan membawa perubahan dalam dunia pendidikan. Sejalan dengan tantangan kehidupan global, peran dan tanggung jawab guru pada masa mendatang akan semakin kompleks, sehingga menuntut guru untuk senantiasa melakukan berbagai peningkatan dan penyesuaian kemampuan profesionalnya. Tidak ada salahnya untuk mencontoh keberhasilan pendidikan yang dimiliki oleh negara maju, selama itu bisa dan dapat diterapkan. Guru harus melakukan pembaruan ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya secara terus menerus. Banyak dari kita secara tidak sadar membagi dan memilah kemampuan kita secara tegas. Entah itu kita adalah orang konseptor bukan eksekutor, atau sebaliknya. guru adalah orang lapangan bukan orang kantoran dan lain sebagainya, semakin kesini semakin pandai kita memilah dan membuat klasifikasi bahwa diri kita atau orang lain adalah OK di A tapi tidak OK di B dan sebagainya.
Memiliki good solution to solved the problems yang harus diciptakan oleh guru. Ada sejumlah alternatif yang dapat dijadikan acuan dalam mengajar, Karakteristik seorang guru menjadi salah satu poin penting dalam keberhasilan proses belajar mengajar. Selain itu juga ditunjang dengan metode, teknik dan pendekatan personal yang digunakan. Hubungan siswa dan guru haruslah baik dalam prilaku dan lisan yang diucapkan. Suasana rileks dalam proses belajar mengajar membuat kebanyakan siswa menyukainya. Seperti memberikan humor ditengah-tengah pelajaran. Tapi tidak kebablasan menjadi ajang lawak atau ketawa-ketiwi di dalam kelas. Humor yang diberikanpun disesuaikan dengan usia dan pemahaman siswa. Dengan catatan masih dalam konteks wajar. Serius dan konsentrasi pada materi pelajaran dapat dijaga.
Padahal jika berbicara konseptor dan eksekutor sangatlah berbeda dengan surga dan neraka. Bisa dikatakan konseptor mempunyai tanda + pun juga eksekutor mempunyai tanda +. Berbeda dengan surga yang mempunyai tanda + tapi neraka mempunyai tanda -. saya ilustrasikan Sering di organisasi sekolah antara kepala sekolah berkata pada bawahan (guru), kamu ni orang konseptor bukan eksekutor. Sehingga guru konseptor tidak bisa menjadi eksekutor, dan hal tersebut membuat pola fikir bawahan (guru) menjadi lemah sehingga muncul bahasa “ya udah jalanin keputusan aja pimpinan”. Ini lingkaran tidak baik(jahat) yang bukan tidak mungkin diputus, tapi juga tidak mudah dihilangkan. Apa akibatnya jika seseorang mempercayai bahwa dia seorang konseptor bukan seorang eksekutor. Akibat dia membuat suatu gagasan, ide, konsep yang tidak membumi bahkan bukan tidak mungkin susah untuk dieksekusi. Trus siapa yang disalahkan, ya yang konseptor "dianggap tidak mampu" oleh eksekutor karena tidak mampu dalam bekerja. Yang eksekutor berbalik dengan konseptor karena gak bisa bikin strategi dengan baik.
“Saat ini guru masih belum mampu memposisikan diri sebagai pendidik sekaligus mitra belajar. Jika dilihat dalam proses pendidikan, salah satu faktor penting menjadikan guru yang professional yaitu dengan menumbuhkan kepedulian, tanggung jawab, dan kasih sayang guru terhadap muridnya, sehingga tercipta pembelajaran yang lebih bermakna. Bagi guru, kepribadian yang baik adalah keniscayaan yang harus dimiliki, serta kompetensi yang menjadi standar bagi setiap guru dalam menjalankan tugas dan profesinya sebagai pendidik,”
Guru yang baik memberikan dampak positif bagi perkembangan kepribadian murid dan sekolah. Kompetensi yang memadai, sikap yang santun, lembut dan penuh kasih sayang menjadi keniscayaan dimiliki oleh setiap guru. “Kenyamanan dan keberkesanan murid terhadap perilaku dan kepribadian guru tidak hanya akan menjadi motivasi murid dalam mengikuti pelajaran, namun juga akan memberikan kesan tersendiri bagi murid di kemudian hari,”
Realitas di lapangan nyaris tidak muncul sosok guru yang memiliki inisiatif (Inisiator) tapi banyak guru yang menujukan sikap pengkonsepan saja (konseptor) dalam meningkatkan kompetensinya. Kondisi ini dapat dipastikan berasal dari dampak dari peraturan pemerintah pusat melalui program sertivikasi guru dan dosen. “Dengan adanya apresiasi pemerintah pusat melalui program sertifikasi guru dan dosen, semakin membelenggu para guru dan dosen dalam mencukupi target dan volume pembelajaran sebagai syarat memperoleh kompensasi sertifikasi. Sepertinya kebijakan ini telah merampas keikhlasan dan panggilan hati setiap pendidik untuk memberikan konstribusi ilmiah kepada murid-muridnya. Sehingga guru sulit menciptakan suasana pembelajaran yang berkesan bagi para muridnya,”
Itulah sedikit pandangan mengenai guru inisiator (agent of change) dan konseptor dalam peningkatan kopetensi peserta didik dan Sumber Daya Manusia (SDM). Kunci sukses dimulai dengan inisiatif, seperti yang dikatakan oleh seorang motivator dunia Anthony Robbins “succes comes from taking the initiative and following up … presisting … eloquently expressing the depth of your love”. Guru inisiator akan menciptakan siswa yang inisiatif. Memang betul, masing - masing dari kita diberi kemampuan dan keunikan. Tapi bukan berarti yang jago konsep gak bisa jadi eksekutor yang baik. Dan Eksekutor yang baik gak bisa jadi kasih ide dan gagasan yang cemerlang, Bukankah akan lebih cerdas jika banyak tenaga pendidik dan kependidikan serta siswa inisiatif dalam proses belajar mengajar di sekola…? Iya kan.
*Staf Pendidik Di Smk Asy’ariyah Muaro Jambi
Dilema Antara Sumber Daya Manusia (SDM), Lulusan Dan Peluang Tenaga Kerja Serta Honor Pendidik


Komisaris Utama PT PAL Bengawan Kamto Kembali Ditahan di Rutan Jambi


