Kadis DP3AP2 Lutpiah Hadir di Festival Kampung Desa Senaung, Begini Katanya



Jumat, 21 Desember 2018 | 18:13:09 WIB



Kadis DP3AP2 Lutpiah saat melakukan pemukulan gong di Senaung
Kadis DP3AP2 Lutpiah saat melakukan pemukulan gong di Senaung

JAMBERITA.COM - Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) Provinsi Jambi Dra Lutpiah secara resmi membuka Festival Kampung Desa Senaung Kabupaten Muaro Jambi. 

Kegiatan ini sendiri rencananya akan dilaksanakan selama 3 hari, mulai dari tanggal 21-23 Desember mendatang.

Lutpiah mengatakan, pihaknya dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan ini.  "Bentuk apresiasi kami, kami hadir disini adalah salah satu upaya kami melihat sejauh mana peranan pemerintah desa dalam melembagakan, mengembangkan budaya lokal yang ada di desa ini," paparnya Jum'at (21/12/2018).

Menurutnya, ini suatu aset bangsa yang harus dikembangkan dan harus dilestarikan. Dimana desa Senaung kata Lutpiah, budayanya masih terpelihara dengan baik. Disini, mereka sudah mendapat jawaban bahwa masyarakat Senaung sangat peduli dengan budaya yang ada dari nenek moyang terdahulu.

"Kami dari Pemprov Jambi juga mengharapkan kepada kita semua bahwa kegiatan ini jangan hanya stop sampai disini, kalau bisa jangan desa senaung saja," terangnya.

Lutpiah menjelaskan, di pinggiran Sungai Batanghari ini mulai dari Desa Senaung, Kedemangan dan Penyengat Olak itu satu nenek moyang yang berbudaya Melayu. "Pada intinya adalah sama dan saya berharap ini bukan hanya untuk Desa senaung saja," jelasnya.

Dirinya berharap kedepan dengan dana desa bisa terus berkreatif untuk menggali potensi desanya. Karena ada 4 program prioritas nasional dari dana desa itu sendiri, pertama  mengembangkan kunggulan desa. Kedua adalah mengembangkan UMKMnya dan BUMDes dan terakhir adalah surga desanya, atau sarana olahraga desa.

"Kami mendengar tadi apa yang sudah disampaikan oleh Kepala Desa ada 6 unggulan yang ada di desa senaung ini, kita berharap Embung itu sendiri bukan hanya sebagai penampung air tapi bagaimana kita menciptakan sumber pendapatan baru, bagaimana kita menciptakan sumber ekonomi baru di desa," ungkapnya.

Selain itu juga, untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat desa, Lutpiah meminta kepada kepala desa dan seluruh perangkat agar kegiatan Festival Kampung ini menjadi kegaitan prioritas. Karena menurutnya, fungsi pemerintah tidak hanya hanya membangun jalan, jembatan dan drainase saja, tetapi juga pemberdayaan.

"Pemberdayaan itu bapak-ibu sekalian sangat luar biasa, bagaimana kita meningkatkan SDM, bagaimana kita meningkatkan ekonomi desa. Inilah sebagai jawaban kita terhadap bagaimana kehidupan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang ada di desa," katanya.

Dirinya kembali mengapresiasi kegiatan ini dan meminta harus diagendakan setiap tahun. Bahkan bisa menjad  agenda tetap yang terjadwal. sehingga bisa menyesuaikan  dengan kondisi cuaca. Karena mengingat bulan Desember ini musim hujan dan rawan kebanjiran.

"Jangan setiap tahun berubah. Jika dilaksanakan di Desember tahun depan di Desember. Tapi kalau melihat cuaca di Desember kita di Jambi ini banjir mungkin dialihkan atau di awal tahun, ya atau di Maret atau di April ataupun mungkin Juli," jelasnya.

Ia pun berharap kegiatan ini bisa dicontoh oleh desa lainya. Ini sebagai upaya pertama untuk menfasilitas kegiatan generasi muda. Jangan sampai tergerus dengan arus globalisasi dengan budaya barat.

"Bapak Ibu sekalian kita lihat narkoba sudah masuk ke mana-mana. Kemudian pergaulan bebas juga sangat luar biasa dan sekali lagi mudah-mudahan kerjasama yang baik dengan seluruh elemen ini kedepan mudah-mudahan juga ini menjadi investasi," tambahnya.

"Ini merupakan momen bagi Provinsi Jambi bahwa di Jambi masih ada budaya yang perlu dilestarikan dan perlu dikembangkan," pungkasnya.

Selanjutnya, Ketua Panita Pelaksana Festival Azhar mengatakan kegiatan ini sebelumnya sudah berapa kali dilakukan dan bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) NH Kota Jambi sebagai fasilitator. "Kita berharap melalui agenda ini, kita bisa menunjukkan budaya lokal yang dapat dilestarikan sehingga menjadi icon di Provinsi Jambi," jelasnya.

Ketua Prodi Ilmu Komunikasi STISIP NH Kota Jambi Ardiansyah membenarkan, mereka sebagai fasilitator berharap dengan agenda ini dapat mengakibatkan potensi potensi budaya lokal untuk dilestarikan. "Banyak tadi, seperti tari tari tradisional, turun beumo (beladang) dan permainan permainan tradisional, macam main ladang dan lain lainnya," pungkasnya.(afm)







loading...