Aliansi Petani Jambi Berdaulat Gelar Aksi, Ini Tuntutannya



Senin, 24 September 2018 - 10:55:20 WIB



Suasana aksi
Suasana aksi

JAMBERITA.COM - Dalam memperingati Hari Tani Nasional (HTN) ke-58 tahun 2018, ribuan petani di Jambi melakukan aksi unjuk rasa, Senin (24/9/2018).

Aksi unjuk rasa ini melibatkan sejumlah organisasi tani dan kelompok seni yang terdiri dari lima Kabupaten (Tebo, Batanghari, M.Jambi, Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat), mahasiswa, aktivis lingkungan, Mapala (Mahasiswa Pencinta Alam), serta elemen pendukung lainnya tergabung dalam Aliansi Pertanian Jambi Berdaulat.

Rute yang menjadi aksi unjuk rasa ini adalah Kantor Gubernur dan Kantor DPRD Provinsi Jambi.

Adapun tiga isu yang mereka suarakan dalam aksi ini, diantaranya:

  1. Penyelesaian Konflik Agraria yang terjadi.
  2. Harga Komoditi pertanian seperti karet dan sawit yang harus dipastikan.
  3. Dampak lingkungan dari aktivitas Industri dan pola pertanian yang ada.

Namun secara spesifik, aksi masa dalam momentum hari tani di tahun 2018 ini menuntut agar secepatnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi membentuk POKJA yang langsung diketuai oleh Gubernur Jambi serta melibatkan Serikat Tani, NGO, mahasiswa dan petani dalam rangka percepatan pelaksanaan Reformasi Agraria di Jambi (khusus di lokasi-lokasi yang berkonflik).

Menurut Koordinaator lapangan, Irmansyah mengatakan, perampasan tanah di wilayah produktif rakyat yang dilakukan oleh kelompok industri juga menjadi salah satu penyebab semakin  menurunnya jumlah petani.

"Dalam data sensus pertanian Indonesia di tahun 2013, menunjukkan rumah tangga pertanian di Indonesia mencapai 26,13 juta yang berarti telah terjadi penurunan sebesar 5 juta rumah tangga pertanian, dibandingkan dengan hasil sensus pertanian tahun 2003," ujarnya.

Menurut pantauan Jamberita.com di lapangan, massa bergerak dari kampus UNJA Telanai menuju Kantor DPRD dengan berjalan kaki. (Cpm)



Artikel Rekomendasi