JAMBERITA.COM - Walikota Jambi, Syarif Fasha menyesalkan keputusan Pemerintah Pusat yang tidak jadi menambahkan kuota CPNS untuk Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi.
Menurutnya dengan tidak adanya penambahan kuota akan mengakibatkan pemberatan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Jambi yang selama ini anggaran tersebut dibayarkan kepada tenaga kontrak/honorer di Pemkot.
"Awalnya kita dikasih jatah kuota sebanyak 240. Tapi kami meminta untuk penambahan karena tahun 2018 yang memasuki masa pensiun ada 310 orang," ungkap Fasha, Rabu (12/9/2018).
"Awalnya juga mereka (Pemerintah Pusat) setuju atas penambahan ke 310 ini tapi akhirnya mereka membatalkan dan mengembalikannya ke angka awal yakni 240. Dan ini bukan berkurang, melainkan kembali ke angka awal," terangnya.
"Saya juga akan masih mencari celah untuk penambahan kuota ini ke Pemerintah Pusat. Saya prihatin juga kepada para pekerja honorer yang sudah lama mengabdi dan tidak ada kejelasan dari Pemerintah Pusat," lanjutnya.
Fasha berpesan kepada para pendaftar agar jangan sampai percaya dengan calo atau joki yang mengiming-imingi lulus tes CPNS.
Adapun pengumuman pembukaan pendaftaran CPNS akan dibuka secara serentak seluruh Indonesia pada tanggal 18 September 2018. (Cpm)
Belasan Oknum PNS Pemprov Jambi Tersandung Korupsi, Soal Pemberhentian Begini kata BKD
Diseret Dalam Dakwan Zumi Zola, Ketua DPRD: Kita Harus Taat Hukum, Ikuti Saja
Setelah Dilantik, Fasha Akan Terus Evaluasi Pejabat Fungsional Ini
Peringati 1 Muharram 1440 H, HMI Cabang Jambi Gelar Berbagai Perlombaan
Ridho, Mahasiswa STSIP Jambi jadi Pengurus Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia
Kanwil Kemenkum Jambi Harmonisasikan Tiga Rancangan Produk Hukum Daerah Tanjab Barat

