JAMBERITA.COM- Hari raya kurban memiliki makna yang dalam bagi pembentukan karakter ikhlas seorang muslim. Dalam Islam keikhlasan ini sangat dianjurkan dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam peribadatan. Pernyataan ini disampaikan Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi, Sakirin Pohan ketika di tanya tentang hakikat ibadah kurban yang rutin ia lakukan (22/8) kemarin.
“Tradisi kurban dalam hari raya idul adha memiliki dua dimensi. Pertama, makna qurban memiliki dimensi ibadah-spiritual. Kedua, makna qurban punya dimensi sosial,” ujar pria yang akrab di sapa Ucok tersebut.
Dimensi ibadah dalam tradisi qurban, lanjutnys, sudah jelas menjadi bentuk ketaatan hamba kepada Tuhannya. Ketaatan itu harus dilandasi dengan rasa ikhlas sepenuhnya, sehingga kita menjadi dekat dengan Allah. Hal inilah yang dimaksud qurban dalam pengertian ibadah, yakni qarib.
Sementara itu, tutur suami Tri Martati tersebut, dimensi sosial dalam tradisi qurban sudah bisa dibaca dengan kasat mata bahwa ibadah qurban memberikan kesejahteraan kepada lingkungan sosial berupa daging kurban yang notabene hanya bisa dijangkau kalangan elite. “Ini berlaku di desa, bukan di kota-kota yang memang sudah terbiasa makan daging. Dengan qurban dari perspektif sosial, ini menjadi bagian dari ketakwaan kita kepada Allah secara horizontal,” imbuhnya.
“Jadi, Allah selalu memerintah hamba-Nya untuk selalu mengharmonisasikan antara ibadah vertikal (hablum minallah) dan ibadah horizontal (hablum minannas). Keduanya berjalan beriringan tanpa ada sekat dan harus senantiasa beriringan, tandasnya.
Sakirin Pohan dan keluarga sendiri tahun ini kembali mengutamakan seekor sapi untuk disembelih dan dibagikan kepada masyarakat di daerah Buluran kediamannya.(*/sm)
DPD PDI Perjuangan Kurban 7 Sapi, Edi: Ini Sudah Jadi Kegiatan Rutin
Kurban 3 Sapi, Golkar Berharap Bisa Bermanfaat bagi Masyarakat
Hasil Survei LSI, Jokowi Unggul di Pemilih Milenial, Prabowo di Kelompok Terpelajar
Kanwil Kemenkum Jambi Ikuti Pembukaan Rekonsiliasi Laporan Keuangan dan BMN Semester I Tahun 2026

