Diperiksa Penyidik karena Dugaan Pungli Prona, BPN Hindari Wartawan



Senin, 23 Juli 2018 - 19:54:30 WIB



Pegawai BPN saat menghadap penyidik
Pegawai BPN saat menghadap penyidik

JAMBERITA.COM, MERANGIN - Dugaan Pungutan liar pembuatan sertifikat prona Desa Sumber Rawa Jaya,Kecamatan Tabir Selatan dikabarkan mulai diperiksa Polres Merangin.  Pemeriksaan itu dilakukan sekitar pukul 11. 00 siang tadi Senin (23/7/2018).

Beberapa pejabat di lingkungan Badan Pertanahan Naional (BPN) diperiksa. Termasuk Kepala Desa Rawa jaya.

Dari penyelidikan yang sudah dilakukan beberapa pekan lalu, penyidik tindak pidana umum dari Reskrim Polres Merangin mencium adanya tindak pidana Pungutan Liar yang dilakukan oleh Oknum dari pihak BPN.

Kasus ini bermula dari lamanya pembuatan sertifikat tersebut. Apalagi sudah ada dugaan pungutan. Infonya pembuatan sertifikat di Desa Rawa Jaya, Tabir selatan, mulai dari terbentuknya SK bupati tahun 2008 lalu. Namun dikabarkan hingga saat ini sertifikat tanah restan tersebut belum juga klir.

Menurut data yang didapatkan Dana untuk pembuatan sertifikat tanah restan dibawah satu hektar dipatokkan oleh panitia Rp. 1 Juta diatas satu hektar dipatokkan Rp. 5,5 Juta. Dari dana Rp5 juta tersebut, Rp2 Juta untuk biaya pembuatan sertifikat sedangkan 3 Juta dibagi-bagi untuk panitia di desa dan pihak BPN, ditambah dana ukur sebesar Rp. 650 persilnya.

Dalam rentan waktu 10 Tahun sertifikat tanah restan, dari jumlah 34 sertifikat yang sudah lunas membayar, hanya 20 sertifikat yang sudah selesai, untuk 14 sertifikat yang lainnya hingga saat ini belum kunjung selesai-selesai.

Menanggapi pemeriksaan ini, Pejabat BPN Kasi Hubungan Hukum Mulyono, saat dikonfirmasi tidak bisa ditemui. Malah  staf di BPN menyebutkan jika tidak bisa ditemui karena sedang rapat.  "Maaf bapak tidak bisa ditemui katanya sedang rapat," kata Satpam Heri. (oli)




Tagar:

# MERANGIN





loading...