JAMBERITA.COM- Umat Budha Provinsi Jambi akan menggelar kegiatan perayaan Waisak se-Sumatera pada Selasa, 29 Mei 2018 mendatang. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di Komplek Candi Muaro Jambi. Ada 80 Bhiksu dari berbagai wilayah di Indonesia termasuk dari Bhutan dan Thailand akan hadir dalam acara ini.
Waisak umat Budha se-Sumatera kali ini mengangkat tema "Harmoni Dalam Kebhinekaan untuk memperkokoh keutuhan bangsa". Rudy, Ketua Panitia Pelaksana Waisak menerangkan, bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tiap tahun.
Dia menerangkan, tujuan dari perayaan waisak ini di samping sebagai hari raya umat Budha juga bertujuan untuk memajukan Provinsi Jambi, khususnya di bidang pariwisata agar Provinsi Jambi bisa lebih dikenal di kancah nasional bahkan mancanegara.
Dalam perayaan waisak ini, sambung Rudy, juga akan digelar beberapa kesenian baik dari kesenian asli Jambi dan kesenian sendratari The Journey of Atissa yang akan dikemas dengan teknologi terbaru.
"Sejauh ini Menteri Agama akan hadir. Selain itu juga Pjs Gubernur serta Bupati Muaro Jambi akan hadir. Disamping itu juga akan hadir 80 biksu dari berbagai wilayah Indonesia bahkan dari Thailand dan Bhutan," ujarnya.
Menurut dia, sudah ada sebanyak 2.000 orang yang mengkonfirmasi kehadirannya dalam gelaran tersebut. Ditargetkan akan ada 5.000 orang yang akan hadir dalam ibadah umat budha tersebut.
Ia menambahkan, kegiatan perayaan waisak seperti ini telah dilakukan sejak tahun lalu, dan kegiatan perayaan waisak ini merupakan agenda rutin dan merupakan program dari Pemerintah Provinsi Jambi sendiri.
Dapat kami jelaskan, bahwa hari tri suci waisak Waisak merupakan hari suci agama Buddha. Hari Waisak juga dikenal dengan nama Visaka Puja atau Buddha Purnima di lndia, saga Dawa di Tibet, vesak di Malaysia, dan Singapura, visakha Bucha di Thailand, dan vesak di sri Lanka. Nama ini diambil dari bahasa Pali "wesakha", yang pada gilirannya juga terkait dengan "waishakha" dari bahasa sanskerta. Di beberapa tempat disebutjuga sebagai "hari Buddha".
Dirayakan pada bulan Mei pada waktu terang bulan (Purnama sidhi) untuk memperingati 3 (tiga) peristiwa penting dalam kehidupan Buddha Gotama, yaitu lahirnya pangeran siddharta diraman Lumbini pada tahun 623 S.M.
Kedua, Pangeran Siddharta mencapai Penerangan Agung dan menjadi Buddha di Buddha-Gaya (Bodhgaya) pada usia 35 tahun pada tahun 588 S.M. serta Buddha Gautama parinibbana (wafat) di Kusinara pada usia 80 tahun pada tahun 543 S.M.
Tiga peristiwa ini dinamakan "Tri suci waisak". Keputusan merayakan Tri suci ini dinyatakan dalam Konferensi Persaudaraan Buddhis sedunia (World Fellowship of Buddhists) yang pertama di sri Lanka pada tahun 1950. Perayaan ini dilakukan pada purnama pertama di bulan Mei.
waisak sendiri adalah nama salah satu bulan dalam penanggalan lndia Kuno, dan Hari Raya waisak, bersamaan dengan Hari Raya Nyepi, telah ditetapkan sebagai hari libur nasional berdasarkan Keppres Nomor 3 tahun 1983 tanggal 19 Januari 1993.
Peringatan Tri suci waisak rutin dilaksanakan setiap tahunnya oleh Vihara-Vihara dan Umat Buddha di Jambi dan di tahun ini perayaan waisak se sumatera di dukung oleh seluruh vihara- vihara yang ada di jambi termasuk organisasi kemasyarakatan yang ada di jambi, dan kegiatan ini merupakan kegiatan yang positif dan kami dapat mengklaim bahwa propinsi jambi yang pertama di lndonesia, melakukan kegiatan waisak bersama yang di dukung dan di support oleh seluruh vihara-vihara organisasi kemasyarakatan yang ada di Jambi.(*/sm)
Ditreskrimsus Polda Jambi Warning 14 Distributor Bawang Bombay
City Gas Sudah Teraliri 75 Persen, Warga : Terimakasih Pak Fasha
Bulog Siapkan 56 Ton Daging Selama Puasa hingga Hari Raya Idul Fitri 1439 H
Kabar Mundurnya Rachima dari DPRD, Fachrori : Sudahilah, Urus Saja Abang Koh


Selain Peresmian Posbankum, Menkum Juga Ingatkan Pentingnya Perlindungan Indikasi Geografis di Jambi



