JAMBERITA.COM, MERANGIN - Proyek renovasi hall Pemda yang menghabiskan Rp1,1 miliar terkesan mubazir. Ini karena hall ini tak mampu difungsikan.
Proyek yang dianggarkan tahun 2017 ini di bidang Cipta Karya Dinas Pekerjan Umum (PU) awalnya diperuntukkan untuk atlet berlatih. Termasuk juga pencinta olahraga badminton. Namun, sejumlah orang enggan memanfaatkannya karena fasilitas hall yang dianggap tidak memenuhi standar.
"Siapa yang yang berani olahraga disana pak, lihat saja karpet utama yang digunakan. Jauh dari kata layak. Kalau kita main disana, justru petaka alias cedera yang akan kita alami, bukan kata 'sehat' yang kita dapat," ungkap salah satu pecinta olahraga badminton Merangin dan mengaku bernama Widson (34).
Ia pun mempertanyakan kenapa hall ini jauh dari standar. Jika memang tidak memenuhi spesifikasi seharusnya, tentu ini merugikan rakyat karena sudah menggunakan dana APBD yang notebene anggaran rakyat.
" Saya juga bingung, udah pakai uang rakyat banyak, namun usai dibangun tak mampu difungsikan? Itu apa namanya? Aparat hukum terkait hars berani menelisik, atau pun membongkar persoalan tersebut. Apa yang terjadi hingga Hall Pemda tak mampu difungsikan," katanya.
Sementara itu, Kadis PUPR Merangin Ir M Arif terkesan lebih memilih bungkam saat dikonfirmasi terkait persoalan tersebut." Saya No Comment dulu soal itu," Singkatnya. (oli)
Kawal Produk Hukum Daerah Berkualitas, Kanwil Kemenkum Jambi Harmonisasi Ranperda Merangin
Sanksi Sosial RJ: Kejari Merangin Pantau Anak Rehabilitasi Narkotika Bersihkan Masjid
Sosialisasi Pajak Daerah, Wako AJB: Jangan Buat Aturan Yang Memberatkan
Hamas Lantik Tim Kecamatan Masurai, Mashuri Tegaskan Maju Bukan Untuk Memperkaya Diri
Obati Kecanduan Narkoba, Wabup Robi Minta Warga Manfaatkan IPWL


Danrem 042/Gapu di Kodim 0419/Tanjab : Jangan Buat Pelanggaran, Apalagi Judol!


