Tiga Ormawa UNJA Lolos Abdidaya



Kamis, 08 Oktober 2026 - 08:30:21 WIB



Foto : Tiga tim PPK Ormawa UNJA lolos Anugerah Abdidaya Ormawa 2026, 21–25 Oktober 2026.
Foto : Tiga tim PPK Ormawa UNJA lolos Anugerah Abdidaya Ormawa 2026, 21–25 Oktober 2026.

JAMBERITA.COM - Universitas Jambi (UNJA) kembali mencatat capaian penting di tingkat nasional. Tiga tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) UNJA resmi dinyatakan lolos sebagai peserta Anugerah Abdidaya Ormawa 2026, yang dijadwalkan berlangsung pada 21-25 Oktober 2026 di Universitas Muslim Indonesia. Kegiatan ini diselenggarakan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Ketiganya adalah Ikatan Mahasiswa Pendidikan Matematika (IMATIKA) FKIP UNJA melalui program LENTERA TANTAN, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNJA melalui Pudak Resilient Village, serta LD Ath-Thobib FKIK UNJA melalui OPTIMALISASI MASLAHAT.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNJA, Prof. Dr. Fauzi Syam, S.H., M.H., menilai capaian tersebut tidak hanya menjadi prestasi kompetitif, tetapi juga menunjukkan semakin kuatnya orientasi kegiatan kemahasiswaan UNJA terhadap pemberdayaan masyarakat yang berdampak dan berkelanjutan.

“Prestasi penting, tetapi keberlanjutan dampak jauh lebih penting. Yang ingin kita pastikan bukan hanya tiga tim ini tampil baik di tingkat nasional, melainkan agar LENTERA TANTAN, Pudak Resilient Village, dan MASLAHAT benar-benar meninggalkan kapasitas, kelembagaan, dan praktik baik yang terus hidup di masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan tiga tim tersebut merupakan hasil kolaborasi mahasiswa, dosen pendamping, fakultas, unit kemahasiswaan, pemerintah daerah, pemerintah desa dan kelurahan, serta berbagai mitra. Untuk itu, persiapan menuju Anugerah Abdidaya perlu berjalan beriringan dengan penguatan keberlanjutan program di masing-masing lokasi.

Di Desa Tantan, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, mahasiswa IMATIKA FKIP UNJA memetakan kebutuhan masyarakat melalui survei terhadap 30 responden. Hasilnya menunjukkan adanya kesenjangan literasi digital, lingkungan, numerasi, dan finansial yang kemudian melahirkan program LENTERA TANTAN.

Sementara itu, Pudak Resilient Village di Kelurahan Pudak, Kecamatan Kumpeh Ulu, menggabungkan teknologi dengan pengetahuan masyarakat untuk memperkuat potensi dan ketahanan warga.

Tim LD Ath-Thobib FKIK UNJA melalui program OPTIMALISASI MASLAHAT bergerak di Kelurahan Tahtul Yaman, Kecamatan Pelayangan, Kota Jambi. Program ini mengintegrasikan penanganan stunting dengan edukasi kesehatan keluarga, perilaku hidup sehat, pengelolaan lingkungan, dan penguatan kapasitas kader masyarakat.

Setelah melalui Penilaian Kemajuan Pelaksanaan dan verifikasi nasional, Surat Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Nomor 3773/DST/B2/DT.01.01/2026 tertanggal 5 Oktober 2026 menetapkan tiga tim UNJA sebagai peserta Anugerah Abdidaya Ormawa 2026.

Bagi UNJA, capaian ini tidak sekadar membawa nama universitas, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mahasiswa bersama masyarakat dalam membangun kapasitas, kelembagaan, dan keberlanjutan program di tingkat lokal

Tiga tim. Tiga lokus pemberdayaan. Tiga persoalan nyata masyarakat. Satu pesan yang sama: mahasiswa UNJA tidak sekadar datang untuk mengabdi, tetapi bekerja bersama masyarakat untuk meninggalkan perubahan.(Silvi)

Selengkapnya : www.unja.ac.id

 





Artikel Rekomendasi