Udara Makin Pekat, RSUD Raden Mattaher Jambi Siaga Hadapi Ancaman ISPA



Rabu, 07 Oktober 2026 - 15:56:05 WIB



Foto : Ist/JMB.
Foto : Ist/JMB.

JAMBERITA.COM - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah Jambi membuat kewaspadaan terhadap gangguan kesehatan, khususnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terus ditingkatkan.

Tak hanya ISPA, paparan asap juga berpotensi memicu penyakit komorbid yang berkaitan dengan gangguan pernapasan, seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Kondisi ini menjadi perhatian terutama bagi kelompok rentan, seperti anak-anak dan lanjut usia (lansia).

Di tengah kondisi udara yang semakin pekat, RSUD Raden Mattaher Jambi memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal. Rumah sakit milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi itu juga bersiaga mengantisipasi kemungkinan bertambahnya pasien dengan gangguan pernapasan akibat paparan asap.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Raden Mattaher Jambi, dr. Anton Trihartanto, Sp.B., FINACS, mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai fasilitas dan tenaga medis untuk menangani pasien terdampak karhutla.

Menurutnya, kesiapsiagaan tersebut dilakukan beriringan dengan dukungan bantuan pemerintah pusat (Banpres). Rumah sakit telah menyiapkan obat-obatan, ruang rawat paru, intensive care, hingga tenaga dokter spesialis dan konsultan.

“Pelayanan tetap berjalan optimal. Beriringan dengan Banpres, rumah sakit juga siaga untuk penanganan pasien, mulai dari obat-obatan, ruang rawat paru, intensive care, dan dokter spesialis konsultan, baik dari paru, neonatus bayi, maupun konsultan intensif KIC,” ujar Anton.

Meski demikian, hingga saat ini belum terlihat adanya lonjakan signifikan pasien ISPA maupun gangguan pernapasan akibat paparan asap yang datang ke RSUD Raden Mattaher.“Yang masuk itu pasti ada, tapi tidak signifikan,” katanya.

Anton menduga kondisi tersebut salah satunya karena pasien dengan gejala ringan masih mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti puskesmas maupun rumah sakit tipe C.

Meski belum terjadi peningkatan signifikan, RSUD Raden Mattaher tetap menyiagakan pelayanan. Sebab, kondisi kabut asap yang terus berubah dapat sewaktu-waktu meningkatkan risiko gangguan kesehatan masyarakat, terutama pada anak-anak, lansia, serta pasien yang telah memiliki penyakit pernapasan.

Sementara itu, Direktur RSUD Raden Mattaher Jambi, drg. Iwan Hendrawan, MARS, memastikan persoalan biaya tidak boleh menjadi penghalang bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Ia mengatakan pasien tetap dapat menggunakan BPJS Kesehatan maupun Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) untuk memperoleh pelayanan.

“Kalau memang tidak ada kartu itu ya kita gratiskan dengan Banpres itu, tapi rata-rata pasien sudah ada BPJS,” jelas Iwan.

Menurutnya, dukungan Banpres juga menjadi bagian penting dalam memastikan kebutuhan penanganan pasien selama kondisi kabut asap.

Selain memastikan pelayanan, pengelolaan anggaran bantuan tersebut juga dilakukan dengan pengawasan agar penggunaannya tepat sasaran dan efisien.

“Secara anggaran akan dilakukan review oleh Inspektorat dan kita juga meminta pendampingan agar lebih efektif dan efisien,” jelasnya.

Di tengah udara yang semakin pekat, RSUD Raden Mattaher tidak hanya dituntut siap menghadapi kemungkinan bertambahnya pasien, tetapi juga memastikan masyarakat yang membutuhkan pertolongan tetap mendapatkan akses pelayanan tanpa harus terkendala biaya.

Masyarakat pun diimbau tetap menjaga kesehatan, menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, serta mengurangi aktivitas di tengah kondisi udara yang tidak sehat.(afm)





Artikel Rekomendasi