Senat UNJA Bawa Pulang Strategi Kemandirian dari UNP



Selasa, 28 Juli 2026 - 20:29:52 WIB



JAMBERITA.COM - Ketua Senat Universitas Jambi (UNJA), Prof. Dr. H. Syamsurijal Tan, S.E. M.A., memaparkan hasil kunjungan kerja yang dilakukan oleh jajaran Senat Universitas ke Universitas Negeri Padang (UNP) di Ruang Ketua Senat Lantai 8 UNIFAC pada 20-23 Juli 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk mendalami strategi transformasi perguruan tinggi menuju Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH).

Kunjungan tersebut diikuti oleh lima perwakilan Senat UNJA, yang terdiri dari Ketua Senat, Ketua Komisi, dan Sekretaris Komisi, di antaranya Prof. Dr. H. Syamsurijal Tan, S.E. M.A., Prof. Dr. Ir. Adriani, M.Si., Prof. Dr. Elita Rahmi, S.H., M.Hum., Prof. Dr. Drs. Sukendro, M.Kes dan Dr. Taufik Yahya, S.H., M.H., dan para staf UNJA. Perjalanan dilakukan melalui jalur darat sebagai bentuk efisiensi sekaligus memberikan kesempatan kepada staf pendukung untuk turut mengikuti kegiatan tersebut.

Dalam paparannya, Prof. Syamsurijal menjelaskan bahwa tujuan utama kunjungan tersebut adalah mempelajari pengalaman dan praktik terbaik UNP yang telah berstatus PTN-BH, sementara UNJA saat ini masih berstatus Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN-BLU). “Perbedaan yang mendasar adalah tingkat kemandirian. Sebagai PTNBH, perguruan tinggi memiliki kewenangan lebih besar dalam mengelola bidang akademik maupun keuangan secara mandiri tanpa harus selalu bergantung pada keputusan pusat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam bidang akademik, PTN-BH memiliki wewenang untuk membuka atau menutup program studi (prodi) cukup melalui keputusan Rektor berdasarkan mekanisme yang berlaku di tingkat internal dan pertimbangan Senat Universitas.Dari sisi tata kelola keuangan, status PTN-BH juga memungkinkan sebuah perguruan tinggi merekrut dosen dan tenaga kependidikan sesuai dengan ketentuan, meskipun pemerintah tetap memberikan dukungan melalui APBN, terutama untuk pembayaran gaji pegawai berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN).

Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah keberhasilan UNP dalam mengelola unit usaha sebagai sumber pendapatan mandiri. Beberapa contoh yang dipelajari meliputi pengelolaan UNP Hotel & Convention Center yang sangat kompetitif dengan 120 kamar, fasilitas olahraga, hingga sistem kantin digital bernama UNP Lapau yang terintegrasi dalam satu rekening universitas.

Menurut Prof. Syamsurijal, pengembangan unit usaha tersebut mencerminkan semangat membangun kemandirian institusi melalui optimalisasi potensi yang dimiliki kampus. “Filosofinya adalah dari kita, oleh kita dan untuk kita. Seluruh sivitas akademika diharapkan berbelanja di lingkungan kampus sendiri agar perputaran ekonomi tetap berada di dalam ekosistem universitas,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa syarat mutlak menuju kemandirian PTN-BH bukan hanya soal status administratif, melainkan perubahan perilaku secara menyeluruh. Menurutnya, disiplin tidak lagi cukup diukur secara kuantitatif melalui absensi semata, tetapi harus tercermin secara kualitatif melalui proses mengajar yang benar, kepatuhan pada kurikulum, dan bimbingan mahasiswa.

“Pemanfaatan teknologi, termasuk AI, dalam dunia pendidikan juga harus dibarengi nalar dan literasi, agar menghasilkan lulusan yang berkualitas dan benar-benar memiliki pemahaman yang mendalam,” tegasnya.

Melalui kegiatan studi banding tersebut, Senat UNJA berharap berbagai praktik baik yang diterapkan di UNP dapat menjadi referensi dalam memperkuat tata kelola universitas. Hasil kunjungan ini diharapkan mampu mendorong seluruh unit kerja di lingkungan UNJA untuk terus berinovasi, meningkatkan profesionalisme, serta mempersiapkan langkah-langkah strategis menuju transformasi sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH).

Selengkapnya : www.unja.ac.id





Artikel Rekomendasi