JAMBERITA.COM - Universitas Jambi (UNJA) resmi menerima kunjungan perwakilan Kedutaan Besar Jerman di Jakarta guna memperkuat sinergi akademik dan riset internasional. Selasa (07/04/2026). Pertemuan berlangsung di Gedung UNIFAC UNJA ini menyoroti kolaborasi riset yang relevan dengan tantangan lingkungan di Provinsi Jambi, khususnya terkait kebakaran hutan dan kabut asap.
Rektor UNJA, Prof. Helmi, menyatakan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan alumni Deutscher Akademischer Austauschdienst (DAAD) di Indonesia. Menurutnya, Jerman merupakan mitra strategis yang selama ini telah banyak berkontribusi dalam pengembangan kapasitas akademik di UNJA.
“Kegiatan ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk berdiskusi langsung dengan perwakilan Kedutaan Jerman. Universitas Jambi sendiri telah menjalin berbagai kerja sama, mulai dari penelitian, publikasi ilmiah, hingga pertukaran mahasiswa,” ujar Prof. Helmi.
Dilansir dari laman unja.ac.id, Rektor menekankan pentingnya pengembangan kolaborasi pada isu-isu krusial yang berdampak langsung bagi masyarakat lokal. Salah satu poin utamanya adalah peran kelompok marginal dalam menjaga kelestarian ekosistem. ?“Fokus ini sangat relevan dengan kondisi wilayah Jambi yang kerap menghadapi tantangan lingkungan serius, seperti potensi kebakaran hutan dan kabut asap,” tegasnya.
Perwakilan Kedutaan Besar Jerman di Jakarta, Annisa Fitria, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Jerman terus membuka peluang luas bagi mahasiswa serta peneliti dari Indonesia untuk mengembangkan kapasitas profesional mereka di Jerman.
“Universitas Jambi memiliki potensi yang sangat baik untuk memperluas jejaring internasional, khususnya dengan institusi di Jerman. Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa dan dosen untuk mengakses peluang studi, riset, dan kolaborasi yang tersedia,” ujar Annisa.
Kerja sama ini diharapkan tidak hanya berhenti pada level administratif, tetapi mampu menghasilkan solusi konkret berbasis sains untuk memitigasi bencana ekologis di Jambi melalui jaringan peneliti internasional.
Poin utama kerja sama, pertama yaitu mitigasi kingkungan atau melakukan riset bersama terkait penanganan kebakaran hutan dan dampak kabut asap. Kedua pemberdayaan, atau dilakukan studi mengenai peran masyarakat marginal dalam konservasi hutan dan mobilitas akademik untuk penguatan program pertukaran mahasiswa dan beasiswa melalui skema DAAD serta publikasi ilmiah dalam peningkatan kualitas output riset dosen UNJA berstandar internasional.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hafrida, S.H., M.H., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Fauzi Syam, S.H., M.H., Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Hubungan Masyarakat, dan Sistem Informasi, Prof. Dr. Revis Asra, S.Si., M.Si., para Dekan dan Wakil Dekan Fakultas, Wakil Direktur Pascasarjana.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP), Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Kerja Sama (BAKKS), Kepala Bagian di lingkungan BAKKS dan Ketua Tim Kerja Kerja Sama dan Layanan Internasional.(afm)
SAH Doakan Buruh Sejahtera di Peringatan Hari Buruh (May Day) 1 Mei 2026
Teng! drg Iwan Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD Raden Mattaher Jambi di Tengah Pusaran Utang Rp122 M
Buka Akses Karier dan Pengalaman Industri Bagi Mahasiswa, UNJA Jalin MoU Dengan PT Ecogreen Oleochem
UIN STS Jambi Menuju World Class University: Masuk 3 Besar PTKIN Favorit Mahasiswa Internasional
Go Nasional! LKPM X UNJA Hadirkan Konsep Baru untuk Perkuat Kapasitas Relawan Muda




