JAMBERITA.COM - Bazar Ramadan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Jambi (UNJA) menjadi panggung kreativitas bagi Daniatus Sabilah, mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP yang tengah menjalani magang di Humas UNJA. Pada Selasa (24/02/2026), ia sukses menarik perhatian pengunjung dengan memasarkan produk UMKM kreatif bertema kearifan lokal Jambi.
Produk unggulan yang ditawarkan berupa gantungan kunci eksklusif yang mengusung motif ikonik dari berbagai daerah di Provinsi Jambi. Inovasi ini lahir dari perpaduan tugas akademik mata kuliah Industri Kreatif dengan peluang pasar di kalangan Generasi Z.
Sabilah mengungkapkan bahwa pemilihan gantungan kunci didasari oleh tren koleksi aksesori tas yang tengah digandrungi anak muda. Namun, alih-alih menggunakan desain populer luar negeri, ia justru menyisipkan unsur budaya lokal sebagai daya tarik utama.
“Sekarang gantungan kunci sedang tren di kalangan anak muda, terutama Gen Z. Saya menggabungkan tren ini dengan budaya agar masyarakat, khususnya anak muda, tetap mengenal dan bangga dengan kearifan lokal Jambi,” ujar Sabilah di lokasi Bazar.
Dilansir dari laman unja.ac.id desain yang ditawarkan mencakup kekayaan budaya dari berbagai kabupaten/kota di Jambi, di antaranya,?Gunung Kerinci, Ikon alam dari Bumi Sakti Alam Kerinci. Candi Muaro Jambi, representasi situs sejarah terluas di Asia Tenggara.
Kuliner Tempoyak, makanan khas Jambi yang mendunia dan Tradisi Berkerobong merupakan suaru Kearifan Jambi Seberang yang menjunjung tinggi marwah perempuan. Selanjutnya ada Tapa Malenggang, al kisah legendaris dari Kabupaten Batanghari.
Sabilah memberikan perhatian khusus pada desain Tradisi Berkerobong. Menurutnya, melalui produk kecil ini, ia ingin mempopulerkan kembali identitas perempuan Jambi Seberang agar tidak tergerus zaman. "Setiap kearifan lokal memiliki nilai budaya dan daya tarik tersendiri," tambahnya.
Partisipasi Sabilah dalam Bazar Ramadan DWP UNJA bukan sekadar transaksi ekonomi, melainkan misi edukasi budaya. Ia menilai bahwa mengemas kearifan lokal ke dalam bentuk yang relevan dengan gaya hidup modern adalah strategi efektif untuk menjaga eksistensi tradisi.
Kedepan, mahasiswi kreatif ini berencana untuk terus mengembangkan desain yang lebih variatif serta memperluas jangkauan pemasaran. Ia berharap produknya tidak hanya dikenal di lingkungan kampus UNJA, tetapi juga menjadi suvenir khas Jambi yang diminati masyarakat luas.(afm)
Silahkan Daftar! Kemenaker Kembali Buka Pelatihan Vokasi Batch 2 untuk 24 Kejuaruan, Berikut Caranya
Pangkas Birokrasi, RSUD Raden Mattaher Siapkan Layanan Uronefro Terpadu Pasien Gagal Ginjal
Pedagang Ketiban Berkah Iduladha : Harap APPSI Jambi Selalu Hadir Bawa 'Keajaiban' ke Pasar!
Bangkit Setelah Dua Tahun Vakum, HIMA HUMANIS UNJA Sukses Gelar Gebyar Humanis 2026
Seleksi Terbuka SMA Titian Teras Selesai : 288 Pelajar Dinyatakan Lulus
Pererat Ukhuwah, Rektor UNJA Pimpin Safari Ramadan dari Mendalo hingga Seberang Kota Jambi
Pangkas Birokrasi, RSUD Raden Mattaher Siapkan Layanan Uronefro Terpadu Pasien Gagal Ginjal



