Stunting di Jambi Melonjak Jadi 19,5 Persen, Komisi IX DPR RI 'Warning' Pemda!



Selasa, 24 Februari 2026 - 16:04:22 WIB



Foto : Kunker Komisi IX DPR RI ke Jambi/Senin (23/2/2026).
Foto : Kunker Komisi IX DPR RI ke Jambi/Senin (23/2/2026).

JAMBERITA.COM - Kabar kurang sedap mewarnai kunjungan kerja Komisi IX DPR RI ke Provinsi Jambi pada Senin (23/2/2026). Di tengah upaya penguatan layanan kesehatan, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, menyoroti tajam rapor merah penanganan stunting di Lurah Bumi Pucuk Jambi Sembilan yang justru mengalami peningkatan signifikan.

Berdasarkan data yang dipaparkan, angka stunting di Provinsi Jambi tercatat mengalami tren negatif. Dari angka 17,1 persen pada tahun 2024, kini melonjak menjadi 19,5 persen pada tahun 2025. Peningkatan ini menjadi perhatian serius para wakil rakyat karena berbanding vertikal dengan target nasional yang menginginkan penurunan angka gagal tumbuh pada anak tersebut.

“Ini menjadi pekerjaan rumah (PR) yang sangat serius. Peningkatan angka stunting dari 17,1 persen menjadi 19,5 persen ini menuntut penguatan intervensi gizi serta layanan kesehatan ibu dan anak yang lebih masif,” tegas Nihayatul Wafiroh saat memimpin rombongan.

Selain masalah stunting, rombongan Komisi IX juga meninjau langsung RSUD Raden Mattaher Jambi. Nihayatul mengungkapkan bahwa Jambi dipilih sebagai lokasi peninjauan karena banyaknya isu krusial terkait rumah sakit daerah yang menjadi garda terdepan.

Dalam peninjauan tersebut, ditemukan fakta lapangan yang cukup memprihatinkan. "Kita melihat kebutuhan yang ada di rumah sakit terkait dengan tenaga kesehatan yang kurang dan infrastruktur pembangunan," ungkap Nihayatul.

Masalah kesehatan di Jambi diprediksi akan semakin parah menyusul penurunan drastis Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik di sektor kesehatan secara nasional. Nihayatul menyebutkan anggaran DAK fisik merosot tajam dari Rp16,8 triliun menjadi hanya Rp1,8 triliun.

“Kita masih terus berusaha berkomunikasi dengan pemerintah pusat agar daerah-daerah yang terdampak, termasuk Jambi, tidak mengalami penurunan DAK yang terlalu signifikan sehingga pembangunan fasilitas tetap bisa berjalan,” ujarnya.

Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah pusat di bawah Arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas layanan dasar. Komisi IX mendesak Pemprov Jambi untuk lebih sinkron dalam menjalankan program preventif, termasuk program pemeriksaan kesehatan gratis yang menjadi langkah strategis nasional.

Kunker ini diharapkan menjadi pelecut bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi untuk segera menyiarkan program pencegahan stunting dan memperbaiki pengelolaan infrastruktur kesehatan agar kualitas hidup masyarakat Jambi tidak semakin tertinggal.(afm)





Artikel Rekomendasi