BMKG Jambi: Waspada Cuaca Fluktuatif Selama Ramadan, Potensi Hujan di Sore dan Malam Hari



Rabu, 18 Februari 2026 - 23:05:00 WIB



Foto : Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Provinsi Jambi, Jaya Martuah Sinaga/jmb.
Foto : Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Provinsi Jambi, Jaya Martuah Sinaga/jmb.

JAMBERITA.COM- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas 1 Provinsi Jambi merilis prakiraan cuaca menjelang bulan suci Ramadan 2026. Masyarakat diimbau untuk bersiap menghadapi cuaca yang fluktuatif, di mana kondisi cerah berawan akan berseling dengan potensi hujan.

Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Provinsi Jambi, Jaya Martuah Sinaga, menjelaskan bahwa pada dasarian III Februari ini Jambi masih berada dalam kategori musim penghujan. Polanya, terik matahari mendominasi pagi hingga siang, sementara hujan sering kali turun pada waktu sore hingga dini hari.

"Namun diawal bulan Maret sampai April nanti masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Tetapi masih ada peningkatan curah hujan dimasa transisi itu," ujar Jaya dalam keterangannya, Selasa (17/2/2026) kemarin. 

BMKG memetakan adanya perbedaan waktu turunnya hujan berdasarkan letak geografis wilayah di Provinsi Jambi. Untuk Wilayah Timur (Pesisir) berpeluang hujan pada pagi hari karena pengaruh wilayah perairan/laut. Sedangkan Wilayah Barat (Dataran Tinggi) mencakup Kerinci, Sungai Penuh, Merangin bagian barat, dan Sarolangun bagian barat, diprediksi mengalami hujan pada sore, malam, hingga dini hari.

Selain pola hujan yang tidak menentu, Jaya mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Fenomena seperti hujan lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang masih mengancam, terutama bagi warga yang berada di wilayah Jambi bagian barat.

Mengingat cuaca yang tidak menentu ini, BMKG berpesan khusus bagi umat muslim yang akan menjalankan ibadah puasa untuk selalu menjaga kesehatan pada kondisi cuaca yang berubah cepat."Selalu menjaga stamina, daya tahan tubuh ketika kita memasuki cerah berawan karena teriknya matahari," pungkasnya. (tts)





Artikel Rekomendasi