Getar Suara di Mimbar Guru Besar UNJA : Air Mata Syukur Prof Rike untuk ALM Orang Tua



Senin, 09 Februari 2026 - 11:34:05 WIB



Foto : Orasi Guru Besar.
Foto : Orasi Guru Besar.

JAMBERITA.COM - Suasana di ruang senat Balairungsari Universitas Jambi (UNJA) yang semula formal dan khidmat, mendadak berubah haru. Di atas mimbar, Prof. Dr. Rike Setiawati, S.E., M.M., dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, tak mampu membendung gejolak di dadanya. 

Kalimat-kalimat dalam orasi ilmiah yang disusunnya dengan rapi, sempat terhenti sejenak oleh isak tangis yang tertahan. Momen puncak pencapaian akademik sebagai Guru Besar gelar tertinggi bagi seorang pendidik justru menjadi ruang refleksi bagi Prof. Rike untuk menengok ke belakang, ke akar dari segala keberhasilannya:

Dengan suara yang mulai bergetar, Prof. Rike membacakan baris demi baris ucapan terima kasihnya. Ruangan menjadi hening saat beliau menyebut nama kedua orang tuanya yang kini telah almarhum. Di tengah kemegahan toga kebesaran yang ia kenakan, Prof. Rike seolah sedang "melapor" kepada ayah dan ibunda tercinta bahwa putri mereka telah sampai di puncak tertinggi.

"Keberhasilan ini adalah doa mereka yang menembus langit, semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dosanya, melapangkan kuburnya,.. " ucapnya lirih di sela isak yang ia coba redam, Senin (9/1/2026).

Keharuan kian memuncak saat ia menyapa suami, anak-anak, hingga cucunya. Bagi Prof. Rike, merekalah benteng sekaligus pelabuhan tempat ia pulang setelah hari-hari panjang bergelut dengan riset dan pengabdian.

Pencapaian menjadi Guru Besar bukanlah perjalanan sunyi. Prof. Rike menyadari betul bahwa ada tangan-tangan sahabat, kerabat, dan teman sejawat sesama dosen yang membantunya mendaki. Ia juga memberikan penghormatan khusus kepada Rektor UNJA Prof Helmi, yang ia sebut sebagai sosok pemotivasi utama yang terus mendorongnya hingga titik ini.

Bagi para hadirin yang memenuhi ruangan, tangisan Prof. Rike bukanlah tanda kelemahan, melainkan simbol ketulusan. Sebuah pengingat bahwa di balik gelar akademik yang mentereng, ada sisi manusiawi yang penuh syukur dan rasa hormat yang mendalam kepada sejarah hidupnya.

Orasi tersebut bukan sekadar soal teori ekonomi atau bisnis, melainkan sebuah pesan tentang ketangguhan. Bahwa ilmu setinggi apa pun, tidak akan pernah bermakna tanpa restu dan kasih sayang keluarga. Kini, Prof. Dr. Rike Setiawati telah resmi dikukuhkan.

Namun, momen "suara bergetar" di mimbar hari ini akan terus diingat oleh rekan sejawat dan mahasiswanya sebagai pengingat. Bahwa setiap kesuksesan besar selalu berakar dari cinta dan doa orang-orang tercinta.

Seperti diketahui bahwa, hari ini UNJA secara resmi akan mengukukuhkan 6 orang Guru Besar, selain Prof Dr Rike. Juga ada nama Prof. Dr. Mohamad Muspawi, S.Pd.I., M.Pd.I. Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prof. Dr. H. Syamsir, S.H., M.H. Hukum, Prof. Dr. Meri Yarni, S.H., M.Hum. Hukum, Prof. Dr. Yetniwati, S.H., M.H. Hukum dan Prof. Dr. Sahuri L, S.H., M.Hum. Hukum.(afm)





Artikel Rekomendasi