JAMBERITA.COM - Setelah tiga minggu mendedikasikan ilmu dan tenaga di tengah masyarakat, kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Mahasiswa Ilmu Kesehatan Universitas Baiturrahim (UBR) Jambi tahun 2026 resmi berakhir.
Acara penutupan yang berlangsung khidmat ini digelar pada Kamis (5/1/2026), dipimpin langsung oleh Camat Kumpeh Ulu di wilayah yang dikenal secara historis sebagai salah satu gerbang peradaban di Provinsi Jambi.
Pemilihan Kumpeh Ulu sebagai lokasi KKN bukan tanpa alasan. Wilayah yang kaya akan sejarah dan potensi agraris ini menjadi laboratorium hidup bagi para mahasiswa untuk mengasah empati dan profesionalisme di bidang kesehatan.
Selama masa bakti, mahasiswa tersebar di 12 Posko yang menjadi ujung tombak pelayanan dan edukasi kesehatan. Dalam acara penutupan, para mahasiswa menyuguhkan presentasi laporan yang merangkum berbagai capaian, mulai dari penyuluhan pola hidup sehat hingga pendampingan sanitasi lingkungan.
Rangkaian acara formal ditandai dengan, serah terima simbolis, yaitu penandatanganan berita acara serah terima mahasiswa oleh Camat Kumpeh Ulu kepada Rektor UBR, Dr. Filius Chandra, S.E., M.M.
Penyerahan laporan hasil pengabdian kepada Camat, Kepala Puskesmas Muara Kumpeh, dan Dinas Kesehatan Muaro Jambi sebagai rujukan data kesehatan masyarakat setempat. Penyerahan kenang-kenangan kepada 12 Kepala Desa, Kapolsek, Danramil, serta mitra kesehatan yang telah membimbing mahasiswa selama di lapangan.
Rektor UBR, Dr. Filius Chandra, S.E., M.M., menekankan bahwa KKN Tematik ini adalah wujud nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui Humas UBR, Desry Haryani AS, beliau menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa di masyarakat adalah investasi sosial bagi masa depan Jambi.
"Semoga UBR semakin dekat dan berdampak bagi masyarakat, khususnya warga Jambi. Kami berkomitmen tidak hanya melahirkan generasi yang handal secara kompetensi, tetapi juga memastikan kehadiran UBR memiliki makna mendalam bagi kehidupan masyarakat," tegasnya.
Di balik kesuksesan program kesehatan yang dijalankan, mahasiswa juga belajar menghargai kearifan lokal Kumpeh. Wilayah yang dikenal sebagai "Surganya Duku" ini memberikan pelajaran berharga tentang bagaimana kearifan lokal dan kesehatan masyarakat saling berkaitan.
Salah satunya, ini dibuktikan mahasiswa UBR Jambi dalam pelaksanaan KKN dengan melakukan edukasi kesehatan, gotong royong sampai dengan pemanfaatan lahan tidur menjadi sumber pangan dan obat obatan di Desa Ramin.
Mahasiswa belajar bahwa mengedukasi masyarakat di daerah bersejarah membutuhkan pendekatan yang humanis dan menghargai tradisi setempat.
Kehadiran civitas akademika UBR Jambi, mulai dari dosen pendamping hingga tenaga kependidikan, menjadi bukti sinergi yang kuat dalam mendukung pengabdian ini. Meski masa tiga minggu telah usai, nilai-nilai edukasi yang ditanamkan diharapkan terus tumbuh di "Bumi Singo Kumpeh" tersebut.(afm)
Merajut Masa Depan di Balik Hutan: Ketika Akademisi UNJA Bawa Jari-jari SAD Menembus Pasar Digital
Borong Rentetan Penghargaan Sekaligus, Mahasiswa UNJA Ini Bikin Bangga RI di Malaysia-Singapore
Perkuat Kolaborasi, Pasca Serjana UNJA Kunjungi Institut Teknologi Sumatera
UNJA Akhiri Sosialisasi SNPMB 2026 di Sungai Penuh, Siswa Diingatkan Siap Hadapi Persaingan Nasional
Penuh Haru, Kades Ramin Lepas Mahasiswa KKN UBR Jambi : Kalian Telah Memberi Warna Baru
Promosikan Produk Unggulan Daerah, Kanwil Kemenkum Jambi Ikuti Rakor Video Indikasi Geografis

