Sinergi Akademis & Strategi Nasional: Rektor UNJA Prof.Helmi Hadiri Arahan Presiden di Istana Negara



Jumat, 16 Januari 2026 - 02:55:54 WIB



Foto : 1.200 Rektor, Guru Besar - Dekan Termasuk dari Rektor UNJA Saat Mendengarkan Pidato Presiden RI Prabowo Subianto, Kamis (15/1/2025).
Foto : 1.200 Rektor, Guru Besar - Dekan Termasuk dari Rektor UNJA Saat Mendengarkan Pidato Presiden RI Prabowo Subianto, Kamis (15/1/2025).

JAMBERITA.COM - Istana Negara menjadi saksi pertemuan bersejarah antara jajaran pemerintahan dengan 1.200 pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta dari seluruh penjuru Indonesia, Kamis (15/1). Di tengah suasana hangat halaman tengah Istana, Presiden RI Prabawo Subianto menegaskan bahwa universitas adalah ujung tombak inovasi yang akan menentukan arah masa depan bangsa melalui riset dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Rektor Universitas Jambi (UNJA) Prof. Helmi, turut hadir memenuhi undangan tersebut. Tidak sendiri, ia didampingi oleh jajaran strategis UNJA, yakni Dekan Fakultas Hukum, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), serta Dekan Fakultas Pertanian. Kehadiran para dekan ini mencerminkan kesiapan UNJA dalam mendukung program lintas sektoral pemerintah.

Menurut Prof Helmi, pertemuan ini bukan sekadar seremonial. Presiden secara spesifik meminta para guru besar dan pimpinan perguruan tinggi untuk menjadikan hasil kajian akademis sebagai rujukan utama dalam penyelenggaraan pemerintahan. 

"Tiga pilar utama yang menjadi sorotan adalah, tentang Ketahanan Pangan, yakni mengoptimalkan inovasi pertanian untuk kemandirian nasional. Kedua Makan Bergizi Gratis, yaitu pendekatan saintifik untuk memastikan distribusi nutrisi yang tepat bagi generasi masa depan. Selanjutnya tentang hilirisasi berbasis riset, dengan memastikan sumber daya alam Indonesia diolah dengan nilai tambah tinggi melalui teknologi dalam negeri," katanya.

Kabar paling menggembirakan bagi dunia pendidikan tinggi adalah pengumuman mengenai dukungan finansial. Dimana Presiden Prabowo juga menyampaikan komitmennya untuk memperkuat ekosistem riset dengan menaikkan anggaran penelitian secara signifikan. "Presiden menyampaikan anggaran penelitian tahun 2026 dinaikkan dari Rp8 Triliun di tahun 2025, menjadi Rp12 Triliun," ungkapnya.

Prof. Helmi juga menyatakan bahwa arahan yang disampaikan Presiden merupakan "kompas" penting bagi perguruan tinggi untuk menyelaraskan kurikulum dan riset dengan visi besar pemerintah, yakni Asta Cita. "Penyampaian materi oleh Presiden hari ini sangat penting bagi perguruan tinggi dalam rangka mendukung dan berpartisipasi mewujudkan Asta Cita, Presiden sangat antusias dan terbuka dalam pertemuan ini," ujar Prof. Helmi.

Keterlibatan aktif Fakultas Pertanian UNJA diharapkan mampu menjawab tantangan ketahanan pangan di wilayah Jambi, sementara FKIP dan Fakultas Hukum akan berperan dalam penguatan SDM serta regulasi yang mendukung inovasi tersebut. "Di akhir acara, disampaikan bahwa (Presiden-Red) akan kembali mengundang para Rektor secara berkala untuk berdiskusi lebih teknis mengenai implementasi program-program strategis pemerintah," jelasnya. 

Hal ini menandakan pergeseran gaya kepemimpinan yang lebih teknokratis, di mana kebijakan publik lahir dari meja-meja diskusi para akademisi. Selain itu, dengan kenaikan anggaran yang fantastis dan akses langsung ke pusat kebijakan, kini bola panas ada di tangan perguruan tinggi untuk membuktikan bahwa riset mereka mampu membawa Indonesia keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle income trap).(afm)





Artikel Rekomendasi