JAMBERITA.COM – Krisis ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax melanda Kabupaten Tebo dalam sepekan terakhir. Kelangkaan ini memicu lonjakan harga di tingkat pengecer serta antrean mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Kondisi ini terpantau ramai diperbincangkan di media sosial dan grup WhatsApp. Warga, khususnya di Kecamatan Sumay, Kab Tebo mengaku kesulitan mendapatkan bahan bakar untuk kendaraan mereka.
Kalaupun ada, masyarakat harus merogoh kocek jauh lebih mahal dari harga normal.
Salah satu warga, Endang Susanti, mengungkapkan bahwa kesulitan mencari BBM mulai sangat terasa dalam dua hari terakhir. Di tingkat kios eceran, harga Pertalite kini bervariasi antara Rp15.000 hingga Rp20.000 per liter, jauh di atas harga normal eceran yang biasanya berada di angka Rp12.000.
"Beli di pom (SPBU) antreannya sepanjang kenangan. Kalau di eceran payah didapat. Kemarin saya dapat Pertalite Rp15.000, tapi di Desa Lembak Bungur kabarnya ada yang jual sampai Rp20.000 per liter," keluh Endang, Rabu (24/12/2025).
Meski stok di SPBU dan Pertashop (pom mini) sebenarnya tersedia dengan harga normal, pasokan cepat habis akibat serbuan konsumen. Fenomena ini diduga berkaitan dengan pengetatan pengawasan di setiap SPBU menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Mia, warga lainnya juga menyebutkan situasi serupa juga terjadi di Kabupaten Bungo sejak Sabtu lalu. Ia mendengar kabar bahwa saat ini setiap SPBU dijaga ketat oleh pihak kepolisian.
"Katanya untuk pengamanan Nataru ini, jadi yang biasa 'nglangsir' (pelansir) minyak tidak bisa lagi. Hampir di tiap kios kosong semua, kalaupun ada harganya tidak masuk akal," ujar Mia.
Dampak di LapanganAntrean Panjang: Kendaraan mengular di SPBU segera setelah truk tangki bongkar muatan hingga sore hari.
Kekosongan di Kios: Mayoritas pedagang eceran kehabisan stok karena sulitnya mendapatkan pasokan dari SPBU.
Efek Domino: Kelangkaan ini mulai merembet ke wilayah tetangga seperti Bungo, memicu kekhawatiran masyarakat akan mobilitas selama libur akhir tahun.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat berharap pihak terkait segera turun tangan untuk menormalkan distribusi pasokan agar harga di tingkat pengecer kembali stabil dan antrean di SPBU dapat terurai.(tts)
Setelah Tanjabbar, Kadiv Yankum Siap Dorong Produk Lokal Jambi Mendunia Lewat Perlindungan IG
Hari Ketika Pelatihan Parelegal : Peserta Wajib Paham, Apa yang Jadi Kebutuhan Masyarakat
Kanwil Kemenkum Jambi Harmonisasi Ranperbup Sarolangun, Bedah Soal PBJ - BLUD RSUD!
Polda Jambi Siagakan Personel Gabungan, Jamin Keamanan Total Malam Nataru 2025
Jelang Nataru, SAH Pesankan Kader Gerindra Jadi Pionir Kerukunan, Kedamaian dan Keharmonisan
Setelah Tanjabbar, Kadiv Yankum Siap Dorong Produk Lokal Jambi Mendunia Lewat Perlindungan IG


