JAMBERITA.COM - Muhammad Bachtiar menjadi salah satu wisudawan yang menarik perhatian pada prosesi wisuda STIE Jambi tahun ini. Lulusan S1 Manajemen tersebut menempuh perjalanan akademik yang tidak hanya penuh dedikasi, tetapi juga menggambarkan komitmen kuat terhadap pengabdian bagi desa kelahirannya.
Bachtiar lahir dan besar di Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Sungai Bahar—sebuah desa transmigrasi yang dibuka pada era Presiden Soeharto. Lingkungan desa yang sarat dinamika pembangunan dan interaksi masyarakat sejak kecil membentuk pola pikirnya mengenai pentingnya pelayanan publik yang berkualitas. Dari desa sederhana itulah ia memulai perjalanan hidup yang membawanya hingga meraih gelar sarjana manajemen.
Ia menyelesaikan pendidikan D3 Akuntansi di Universitas Jambi pada tahun 2021, kemudian pada tahun yang sama melanjutkan studi ke STIE Jambi. Pilihan untuk melanjutkan pendidikan tidak hanya didorong oleh keinginan memperluas kompetensi, tetapi juga agar ia dapat memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
Saat ini, Bachtiar bekerja sebagai Kaur Tata Usaha dan Umum di Pemerintah Desa Tanjung Harapan. Pekerjaan tersebut memberinya pemahaman langsung mengenai dinamika administrasi pemerintahan desa dan kebutuhan masyarakat yang beragam. Tidak heran jika topik skripsinya sangat relevan dengan tugas sehari-harinya.
Ia menuntaskan studi dengan skripsi berjudul “Analisis Kinerja Aparatur Desa dalam Memberikan Pelayanan untuk Kepuasan Masyarakat di Desa Tanjung Harapan Kecamatan Sungai Bahar Kabupaten Muara Jambi.” Penelitian ini menjadi bentuk nyata dedikasinya untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di desa tempat ia lahir, tumbuh, dan kini mengabdi.
Di tengah kesibukannya sebagai aparatur desa, Bachtiar tetap mampu mengikuti perkuliahan di STIE Jambi. Ia mengaku bahwa dukungan kampus, metode pembelajaran yang fleksibel, dan suasana akademik yang profesional sangat membantunya menjalani studi dengan nyaman.
“Selama mengikuti perkuliahan di STIE Jambi, saya merasakan kualitas pembelajaran yang sangat baik. Para dosen tidak hanya memberikan teori, tetapi juga wawasan praktis yang sangat berguna bagi pekerjaan saya. Fleksibilitas jadwal belajar membuat saya bisa menyeimbangkan tugas kerja dan kuliah dengan efektif,” ungkapnya.
Bachtiar menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada seluruh dosen dan civitas akademika STIE Jambi. Ia menilai pelayanan administrasi yang ramah, budaya akademik yang positif, serta ketulusan para dosen dalam membimbing mahasiswa merupakan pengalaman berharga yang tidak akan ia lupakan.
“Saya sangat berterima kasih kepada seluruh dosen dan staf STIE Jambi atas bimbingan, pengertian, dan ilmu yang diberikan. Harapan saya, STIE Jambi terus berkembang dan semakin berprestasi dalam mencetak lulusan yang unggul dan berdaya saing,” ujarnya.
Bachtiar merupakan putra dari pasangan Widodo dan Jinah, dan kini mengarungi kehidupan rumah tangga bersama sang istri, Hamedda Fatmawati Al Husna, yang selalu menjadi sumber semangatnya. Dengan bekal ilmu dan dedikasi, ia diharapkan terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Desa Tanjung Harapan dan daerah sekitarnya.
Perjalanan hidup Muhammad Bachtiar menjadi bukti bahwa pendidikan bukan sekadar gelar, tetapi juga sarana untuk mengabdi, berbuat, dan kembali memberikan manfaat bagi tempat di mana seseorang berasal. Dari desa transmigrasi hingga meraih gelar sarjana, langkah Bachtiar menunjukkan bahwa anak desa dapat menjadi motor perubahan bagi desanya sendiri.(*)
Ketua DPD Gerindra Jambi SAH Ucapkan Selamat Mudik Lebaran, Ajak Kader Turut Membantu Masyarakat
Ramadhan Jadi Momen Penguatan Integritas, Kemenkum Jambi Warning Notaris & PPAT Jaga Marwah Profesi
Rutin Tiap Tahun, SAH Salurkan Zakat, Infaq dan Sedekah untuk Pejuang Kebersihan Telanaipura
SiteMinder’s Changing Traveler Report 2026: Wisatawan Indonesia Paling Antusias Manfaatkan AI
Peringatan HATERI ke-40 Jambi : Ratusan Peserta Semarakkan Senam Dorong Budaya Hidup Aktif




Pengurus Karang Taruna Tunas Harapan Desa Pematang Raman Gelar Aksi Berbagi Takjil Perdana di Tahun



