JAMBERITA.COM- Yayasan Jami’Alfalah Maschun Sofwan dijadikan Yayasan sebagai pilot project Zona Kuliner Halal, Aman dan Sehat (KHAS) di lingkup Provinsi Jambi dan dalam jangka panjang akan dijadikan model replikasi bagi program Zona KHAS.
Ini didasari dari Surat Permohonan dari Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi No : 27/185/Jb/Srt/B tentang Permohonan Sinergi Pengembangan Zona KHAS Yayasan Jami’ Alfalah Haji Maschun Sofwan dan dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama.
Ketua Umum Yayasan Jami' Alfalah Dra Juniwati Maschun Sofwan mengatakan dalam menindaklanjuti permohonan dari pihak Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Jambi tentang Sinergi Pengembangan Zona KHAS di kawasan Yayasan Jami Alfalah, pada prinsipnya, pihak Yayasan menyambut baik atas inisiasi program positif ini.
"Besar harapan kami agar program ini dapat menciptakan iklim kondusif dan ekosistem pangan yang seiring dengan budaya bersih dan sehat yang berdampak pada lingkungan sekolah dan sekitarnya," harapnya.
Juniwati mengatakan, atas nama Yayasan menyampaikan terimakasih atas amanah dan kepercayaan menjadikan Yayasan Jami’ Alfalah sebagai pelopor dan sekolah pertama dengan kantin yang berstandar Zona Khas di Provinsi Jambi.
"Kami memahami bahwa Halal yang dimaksud tidak hanya halal pada produk akhir saja, namun merupakan sebuah proses runut yang berkesinambungan," ujarnya.
Hal ini juga terkait dalam implementasi zona KHAS yang akan melibatkan peran banyak pihak selain Bank Indonesia selaku inisiator, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), instansi terkait serta lingkup Yayasan sebagai penerima program, juga masyarakat sekitar dan dukungan pemerintah setempat.
"Wujud nyata signifikan juga disinergikan oleh Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah yang berperan penting dalam mendukung program Zona KHAS dengan mengedukasi dan mendorong pelaku usaha untuk meraih sertifikasi halal," ungkapnya.
Menurut Juniwati KDEKS juga menjembatani antara pemerintah daerah, pelaku usaha dan masyarakat dalam implementasi Zona KHAS di berbagai wilayah. Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi, pendampingan, pembinaan serta asistensi yang harus berkelanjutan agar program ini dapat menjadi pilot project yang konsisten dan sustainable.
"Diharapkan Zona KHAS yang nantinya berkembang dengan baik, dan diiringi dengan sinergi program di sektor yang lain, maka hal tersebut akan berdampak baik bagi perekonomian pelaku usaha lingkup Yayasan," harapnya.
Semoga kegiatan komitmen dan kolaborasi bersama Zona KHAS yang mulai di laksanakan pada dapat memberikan hasil yang positif bagi perkembangan Yayasan Jami’Alfalah dan dalam lingkup yang lebih luas dapat menjadi model replikasi bagi sekolah lain di lingkup Provinsi Jambi."Saya menghaturkan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya," jelasnya.
Ketua Panitia Acara Komite Bersama Zona KHAS Yayasan Jami Alfalah sebelumnya juga menyampaikan bahwa tujuan terselenggaranya acara Komitmen Bersama ini adalah. Untuk menginisiasi awal pembentukan Zona KHAS yang terfokus di lingkungan Yayasan Jami’ Alfalah dalam upaya menciptakan ekosistem pangan yang sesuai dengan prinsip syariah, serta memperkuat budaya hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah.
"Kedua, mendorong terciptanya produk kantin sekolah yang memenuhi standar halal, aman dan sehat, seiring dengan penguatan karakter, pola pikir dan habit warga sekolah dan sekitarnya dan menjadikan Yayasan Jami’ Alfalah sebagai pilot project Zona KHAS lingkup Provinsi Jambi dan dalam jangka panjang menjadi model replikasi bagi program Zona KHAS," harapnya.
Peserta yang hadir hari ini adalah Pengurus Yayasan Jami’ Alfalah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Direktur Eksekutif Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah, Kepala Dinas/Instansi Teknis Terkait atau yang mewakili, Kepala Sekolah, Wali Kelas, Guru Kelas, dan Komite Sekolah SD, SMP dan SMA Lingkup Alfalah, Siswa Pengurus OSIS dan Ekstrakurikuler serta Perwakilan masing-masing kelas, serta tentunya rekan Unit Usaha dan Penyewa Kantin Alfalah yang menjadi objek utama dari program ini.
"Dapat kami sampaikan juga bahwa konsumsi yang dihadirkan pada hari ini merupakan produk kudapan best seller penjualan di masing-masing unit usaha yaitu (Risol Mayo, Ketan Srikaya, Puding) dari Unit Usaha SD dan Keripik dari Unit Usaha SMP –SMA serta Kangen Water Produksi Yayasan sejak tahun 2023 yang lalu," jelasnya.
Selain acara komitmen bersama zona KHAS, beberapa kegiatan juga dilaksanakan, seperti peninjauan Kantin, Unit Usaha dan produksi Kangen Water di lingkup Yayasan lokasi Simpang Kawat. Sosialisasi Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah kepada Siswa dan Komite di Mesjid (doorprize).(afm)
Ketua Gerindra Jambi SAH Sebut Pidato Prabowo Penuh Semangat Kedaulatan Ekonomi
Tim Satgas Investigasi Dugaan Keracunan Siswa SMKN 1 Jambi : Ada Jejak Makan Sate, Sebelum MBG
BREAKING NEWS : Diduga Keracunan, Belasan Siswa SMKN1 Jambi Dilarikan ke RSUD Raden Mattaher
Perkuat Sinergi, Kemenkum Jambi Resmi Tandatangani PKS Dengan 16 Perguruan Tinggi
Ramadhipa Melesat Cetak Sejarah Kibarkan Merah Putih di Portugal
Pertamina Perkuat Adaptasi Iklim melalui Sistem Pangan Terintegrasi di Kelurahan Kasang, Jambi
Hesnidar Haris Ajak Warga Jambi Perbanyak Shalawat Lewat Program Rabu Berkah



