Keluh Mahasiswa UNJA : Jemput Sarjana di Jalan Kematian



Minggu, 26 Januari 2025 - 13:09:03 WIB



JAMBERITA.COM - Terdapat dua Kampus Besar di provinsi Jambi yakni Universitas Jambi (UNJA) dan Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Syaifudin (UIN- STS) Jambi. Dua kampus besar tersebut harus merasakan pahitnya fakta bahwa berada di Jalan Lintas Sumatera yang menjadi urat nadi akses transportasi Nasional, sehingga Mahasiswa menjadi korban dari aktivitas lalu lintas tersebut.

Salah satu Mahasiswa UNJA David Jaya menyampaikan rasa kekecewaannya terhadap pemerintah yang tak kunjung memberi solusi. “Jalan Lintas Jambi-Muara Bulian spesifik ny mulai dari SP Sungai Duren sampai SP Rimbo ini merupakan wilayah aktifitas mahasiswa UNJA dan UIN,tapi sayang jalan tersebut tak hanya di lewati oleh kami sebagai mahasiswa dan masyarakat setempat, akan tetapi juga dipergunakan sebagai akses penghubung antar Kabupatan antar Provinsi di Sumatera bahkan dipergunakan oleh aktivitas tambang di Provinsi Jambi," ujarnya. 

Kondisi jalan yang menjadi aktifitas utama penghubung antar provinsi di Sumatera ini kerap mengalami kecelakaan lalu lintas kenderaan besar, seperti truk tambang dan kendaraan ekspedisi bermuatan besar menyebabkan korban jiwa bahkan kematian kepada mahasiswa.

“Saya Mahasiswa Ilmu Politik UNJA Angkatan 2021, pada awal saya masuk kuliah ditahun 2021 hampir setiap Bulan ada korban kecelakaan yang menewaskan teman saya sesama mahasiswa UNJA maupun UIN bahkan dosen pun jadi korban, ada yang terjadi kecelakaan tepat di depan Gerbang UNJA dan itu mahasiswa UNJA yang hendak kekampus, teman saya satu kelas di dekat Citra Raya City malam hari jadi korban Lakalantas," ungkapnya.

Teranyar, salah satu mahasiswa asal Papua yang dikenal aktif dan berbaur terhadap rekan rekannya juga mengalami hal yang na'as dan berakhir meninggal dunia. "Terakhir senior kami di Unja Mahasiswa Kepelatihan Olahraga sama-sama aktif dikampus beliau aktif di Mapala Singinjai UNJA dari Papua, beberapa hari yang lalu jadi korban kecelakaan di wilayah jalan lalu lintas tersebut," tuturnya. 

Menurut David, mewakili teman-teman sesama Mahasiswa, Ia menyampaikan bahwa mereka telah resah dan prihatin dengan kondisi yang dihadapi ini, mereka mahasiswa ingin merdeka dan medensak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi maupun pemerintah pusat segera mencari solusi dalam persoalan ini.

"Selama ini kami mahasiswa telah sering mengupayakan perjuangan Non Ligitasi dan terus mengadvokasikan nya melalui gerakan jalanan, stetment lewat media dan banyak upaya-upaya lainnya. Kami ingin, Rektor UNJA, Rektor UIN STS Jambi, Gubernur Jambi DPRD Provinsi Jambi segera carikan solusi terhadap masalah ini, agar kami mahasiswa dapat tenang menuntut ilmu di Jambi, selama ini kami datang dari kampung dari berbagai daerah di Jambi bahkan di Indonesia seperti menjemput sarjana di Jalan Kematian," pungkasnya.(afm)





Artikel Rekomendasi