Andi Taufan Garuda Putra: Mendirikan Amartha untuk Dukung UMKM Indonesia



Jumat, 06 September 2024 - 18:19:59 WIB



Pernah menjabat sebagai staf khusus presiden andi taufan garuda putra memahami bahwa dalam mewujudkan kesejahteraan dan memberantas kesenjangan sosial harus dimulai dengan membangun infrastruktur keuangan ekonomi akar rumput.

JAMBERITA.COM- Salah satu anak bangsa yang pernah menjabat sebagai staf khusus presiden Andi Taufan Garuda Putra adalah CEO Amartha microfinance. Layanan keuangan berbasis digital ini hadir untuk membantu UMKM go digital dan sejahtera. 

Dukungan yang diberikan berupa akses untuk mendapatkan modal usaha dengan mudah dan cepat. Sejak berdiri tahun 2010 hingga saat ini Amartha telah membantu jutaan UMKM berdaya dalam mengembangkan bisnis, terutama UMKM pedesaan 

Mengenal Andi Taufan Garuda Putra sebagai CEO Amartha

Andi Taufan Garuda Putra lahir di Jakarta, 24 Januari 1987 merupakan lulusan sarjana Manajemen Bisnis Institut Teknologi Bandung (ITB). Lalu, melanjutkan pendidikan dengan mengambil jurusan Master of Public Administration Harvard Kennedy School (HKS).

Andi Taufan juga pernah menjabat sebagai staf khusus presiden andi taufan garuda putra, yang akrab dipanggil Taufan ini memahami bahwa dalam mewujudkan kesejahteraan dan memberantas kesenjangan sosial harus dimulai dengan membangun infrastruktur keuangan ekonomi akar rumput.

Hal tersebut Taufan pahami saat bekerja selama hampir 2 tahun sebagai konsultan bisnis dan strategi Teknik Informatika dan implementasi sistem SAP untuk IBM Global Business Services. Taufan melihat UMKM pedesaan kesulitan mendapatkan akses finansial. 

Sulitnya mendapat akses finansial inilah yang membuat usaha mikro mengalami kesulitan berkembang dan usaha mereka hanya jalan di tempat hingga akhirnya menciptakan kesenjangan sosial yang besar.

Memiliki latar belakang yang bagus, Andi Taufan memilih membangun Amartha microfinance untuk meningkatkan kesejahteraan perekonomian di Indonesia. Pilihan Taufan juga tepat, karena membangun ekonomi inklusif mulai dari ekonomi akar rumput. 

Membangun Amartha dari 10 Juta Hingga Berhasil Menyalurkan Modal Triliunan Rupiah   

Awal mula Amartha dibangun dengan membantu usaha mikro di Ciseeng Bogor. Andi Taufan membantu perempuan hebat pemilik usaha mikro untuk bisa mengembangkan bisnis mereka dengan baik. 

Saat itu, banyak pemilik usaha mikro kesulitan mendapatkan akses perbankan konvensional untuk mendapatkan suntikan modal usaha. Hadirnya Amartha memberikan angin segar, sehingga perempuan tangguh pemilik usaha mikro bisa meningkatkan perekonomian mereka.

Andi Taufan melihat potensi besar bahwa ada banyak hal yang bisa digali dalam mensejahterakan perekonomian akar rumput. Khususnya memperkuat perekonomian di pedesaan, dengan begitu tidak ada kesenjangan ekonomi yang sangat besar. 

Dimulai dari penyaluran modal 10 juta, Amartha berkembang menjadi microfinance peer-to-peer (P2P) lending yang terus mendukung ekonomi akar rumput dalam memberdayakan perempuan. Walau penuh dengan tantangan, Amartha tidak lelah untuk memberikan inovasi terbaik. 

Tentu saja dengan membangun teknologi keuangan yang dapat mendorong evolusi keuangan usaha mikro di Indonesia. Untuk itu, Amartha selalu berupaya membantu UMKM terus tumbuh, berkembang, dan maju. 

Adanya usaha mikro dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga, dan mensejahterakan masyarakat pedesaan serta berdampak positif terhadap laju perekonomian di Indonesia. 

UMKM menjadi tulang punggung perekonomian nasional, karena kehadiran usaha mikro mampu bertahan dalam berbagai kondisi ekonomi global yang tidak menentu. Hal ini juga sejalan dengan fokus Andi Taufan Garuda Putra sebagai CEO Amartha.

Dengan memanfaatkan teknologi, Amartha berperan lembaga keuangan peer-to-peer (P2P) lending yang terus berinovasi dalam menciptakan dampak baik untuk ekonomi dan usaha mikro. Inovasi yang Amartha hadirkan yaitu produk keuangan mikro dan berkolaborasi dengan banyak pihak dalam mendorong ekonomi inklusif berkelanjutan. 

Amartha yang berdiri sejak 2010 telah menyalurkan sebesar Rp 23 triliun kepada lebih dari 2,5 juta (data per tahun 2024) para pengusaha mikro perempuan di desa. Selama membangun Amartha, Andi Taufan ingin agar masyarakat pedesaan mendapatkan hak yang sama seperti masyarakat perkotaan dalam layanan keuangan.(*)

 



Artikel Rekomendasi