Langkah Kuda Jendral Prabowo Subianto: Kabinet Dua Digit (1)



Kamis, 25 April 2024 - 12:13:48 WIB



Oleh Antony Z Abidin

LANGKAH kuda Jendral Prabowo Subianto, akan semakin kencang dan mantap setelah KPU resmi menetapkannya 24 April 2024, sebagai Presiden RI terpilih.

Berpasangan dengan Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden, beda usia 36 tahun.

Langkah kuda pasangan generasi baby boomer dan milenial itu, akan semakin kencang, menjelang pelantikannya sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI 2024-2029 pada tanggal 20 Oktober, enam bulan mendatang.

Bersama tim koalisi, saat ini tentulah mereka sudah mulai intensif membahas dan menyusun kabinet.
Suatu kabinet yang mencerminkan mampu menegaskan bagaimana keputusan politik dan demokrasi dikelola untuk mencapai tujuan kemerdekaan: mencapai masyarakat adil dan makmur.
Sesuatu yang secara nyata saat ini menurut Prabowo Subianto masih jauh dari kenyataan.

“Keputusan politik menentukan rakyat Indonesia kaya atau miskin,” ungkap Prabowo Subianto (PS) dalam bukunya *Paradoks Indonesia dan Solusinya* (cetakan 3, 2022).

“Negara kita kaya sumber daya alam dan sumber daya manusia. Kita sebenarnya bisa menjadi negara kelas atas. Seluruh rakyat Indonesia bisa hidup sejahtera, bebas dari kemiskinan, kelaparan dan kebodohan. Sesungguhnya, inilah tujuan kita merdeka. Untuk menjadi negara sejahtera,” tulisnya.

Untuk, mencapai tujuan itu, tegas putra begawan ekonomi Prof Sumitro Djojohadikusumo ini, kita perlu mengelola kekayaan negara dengan baik.

Pengelolaan kekayaan negara adalah keputusan politik. Keputusan politik yang keliru, akan membuat rakyat kita semakin miskin.

Sebalinya, keputusan2 politik yang tepat akan membuat rakyat kita semakin sejahtera, lanjutnya.

“Karena itulah saya berpolitik,” ungkap Prabowo Subianto yang sejak 20 tahun lalu sudah berupaya untuk merebut kekuasaan tertinggi politik dengan mengikuti konvensi calon Presiden partai Gokar (2004). Tahun 2009 berpasangan dengan Megawati sebagai cawapres, gagal. Tahun 2014 dan 2019 maju lagi menjadi Capres, berhadapan dengan Joko Widodo.

Dua kali bertarung, duakali kalah. Akhirnya, prajurit dan pendekar yang pantang menyerah ini, mempraktekkan langkah atau jurus kudanya yang pertama: bergabung dengan yang menang. Dilantik menjadi Menteri Pertahanan Kabinet Indonesia Maju, 23 Oktober 2019.

Langkah kuda keduanya, tak lain dengan memilih Gibran sebagai cawapresnya, putra sulung Presiden Jokowi. Dan menang.

“Sejak pensiun dari TNI, saya semakin gregetan,” tegasnya. “Saya melihat Indonesia begitu kaya, begitu banyak potensi. Indonesia hanya perlu punya dan melaksanakan dengan konsekwen stratetgi yang benar, manajemen yang baik, dan pemerintahah yang bersih.

Dengan tiga hal ini negara kita bisa cepat bangkit dan mencappai cita2 kemerdekaan,” katanya.

Menghadiri undangan Presiden China Xi Jinping pada saat Mahkamah Konsitusi (MK) menyidangkan perkara yang diajukan pemohon paslon 1 dan paslon 3, dapat dikatakan langkah kuda ketiga PS. Awal uji nyali dan kemampuan strategik Prabowo Subianto dalam menghadapi masalah nasional dan internasional yang pelik.

Kepiawaan berdiplomasinya terlihat, setelah memenuhi udanganan Presiden China itu, ia juga juga bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Jepang Fimio Kishida dan PM Malaysia Anwar Ibrahim.

“Saya hormat, bersahabat dan kagum dengan Tiongkok, tetapi saya juga hormat dengan Amerika Serikat. Kita respek dengan Eropa dan negara2 lain. Itulah kelebihan Indonesia sebagai negara non-blok. Kita berterimakasih kepada Bung Karno, Bung Hatta, Bung Sjarir dan para pendiri
negara kita,” ucap Prabowo dalam suatu ceramah.

Tentang sukses Tiongkok, Prabowo menyatakan: Kita bisa belajar dari kisah sukses Deng Xioping. Pemimpin negara yang dulu dikenal sebegai negeri Tirai Bambu itu, sukses merubah negara komunis yang sebelumnya miskin menjadi negara yang sangat maju. “Strategi Deng Xioping membuat Tiongkok menjadi super power dunia,” ungkakapnya.

Kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) Tiongkok, meroket 46,3 kali selama periode 1985-2019. Dari US$ 309,4 miliar menjadi US$ 14,342 miliar.

Bandingkan dengan Indonesia yang dalam periode yang sama hanya naik 13,1 kali, dari US$ 85,2 miliar menjadi US$ 1,119 miliar.

Belajar dari pengalaman Tiongkok itu, “kita sebagai bangsa harus segera capai pertumbuhan ekonomi dua digit, atau pertumbuhan di atas angka 10% secara berkelanjutan,” tegas Prabowo.

Kenapa? Kanena menurut Presiden RI ke-8 terpilih ini, hanya dengan pertumbuhan dua digit selama 10 tahun berturut-turut, yang diawali dengan pertumbuhan rata2 7% selama 5 tahun, Indonesia bisa keluar dari suatu kondisi yang dinamakan “middle income trap”.

Kondisi suatu negara menegah terperangkap akan terus berada dalam suatu lingkaran setan, tidak maju2 dan tetap dalam status negara menengah itu.
Ukurannya adalah PDB per kapita.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan 2 April lalu: “saat ini kita di upper middle income country. Tahun 2024 ini pendapatan per kapita kita diperkirakan tembus US$ 5.400. Pada Indonesia emas (2045} kita ingin mecapai US$ 30.300.”

Untuk naik kelas, menurut Prabowo, pendapatan per kapita kita harus mencapai US$ 13.000. Itulah yang ingin diwujudkan oleh Jendral Prabowo, pertumbuhan ekonomi dua digit. Dimulai dengan 7% pada periode 5 tahun pertama.

Kabinet pertamanya yang sudah mulai disusun, tentulah dengan missi 2 digit itu. Suatu tim yang super kuat, kombinasi figur berpengalaman, berintegritas, teknokrat dan profesional.

Kombinasi para senior dan milenial,
berprestasi dan sudah teruji kemampuanya.

Unsur milenial diperlukan, bukan saja karena faktor Wapres yang berada dalam kelompok generasi itu, tetapi jika ingin kuda pertumbuhan berlari kencang, diperlukan kelompok orang muda yang super dinamis, kreatif, innovatif, menguasai bidang penugasannya, akrab gadget serta teknologi informasi dan komunisi.

Kabinet tersebut sebelum dibentuk Oktober nanti, untuk sementara mungkin dapat disebut: Kabinet Dua Digit. (Bersambung).

*Penulis adalah wartawan senior, sosiolog, participant oberserver, anggota Dewan Kehormatan Partai Golkar.





Artikel Rekomendasi