JAMBERITA.COM - Gubernur Jambi Al Haris, mengemukakan peran MUI, Pemerintah dan Tokoh Adat merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, tugasnya masing-masing sangat dalam peningkatan tata kehidupan dalam masyarakat.
Hal tersebut disampaikan gubernur saat Pembukaan Musyawarah Kerja Daerah III Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jambi dan Musyawarah Peningkatan Ekonomi dan Pangan Umat Tahun 2023, bertempat di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Rabu (13/12/23) malam.
Adapun tema dalam acara ini adalah “Meningkatkan Khidmat MUI Provinsi Jambi untuk Kemanusiaan, Kebangsaan, Keadilan dan Kesejahteraan”.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jambi, Hadri Hasan dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran pengurus MUI kabupaten/kota se- Provinsi Jambi yang telah menyempatkan waktunya untuk hadir pada musyawarah dalam rangka peningkatan ekonomi pangan umat, dimana dalam musyawarah ini dihadiri sebanyak 150 orang terdiri dari ketua dan sekretaris serta anggota kabupaten/kota.
"Saya ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jambi dalam hal ini kepada bapak gubernur yang telah memfasilitasi dan memberi tempat dirumah dinas ini, agar dalam musyawarah nanti bisa menghasilkan mufakat yang terbaik untuk bersama menuju kemakmuran dalam meningkatkan tata kelola yang lebih baik dan bermutu membantu pemerintah daerah," katanya.
Sementara itu, Gubernur Al Haris mengemukakan, perkembangan kehidupan beragama di Provinsi Jambi yang sangat baik dan harmonis, sosial yang selalu terjaga sebagai modal penting mewujudkan kesejahteraan masyarakat tidak lepas dari peran strategis para ulama dan MUI Provinsi Jambi.
"Atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Jambi, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas komitmen Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jambi yang senantiasa menjadi mitra strategis pemerintah, bersama dalam pembangunan masyarakat dan daerah," katanya.
"Dalam Musyawarah Kerja Daerah III Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jambi dan Musyawarah Peningkatan Ekonomi dan Pangan Umat Tahun 2023, diharapkan dapat merumuskan berbagai macam gagasan yang akan dituangkan dalam penguatan sistem perencanaan yang matang agar menghasilkan berbagai poin-poin penting dari MUI terutama dalam menghadapi tahun 2024 akan datang," tambahnya.
Kata Haris, Peran MUI, Pemerintah dan tokoh adat, merupakan satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan, tugasnya masing-masing sangat penting dalam peningkatan tata kehidupan dalam masyarakat.
"Kita mengharapkan masyarakat mesti hidup dengan tenang, nyaman, kemudian ekonominya baik, ulama terus berperan aktif dalam melakukan pembinaan masyarakat dan merespons berbagai fenomena yang mereka hadapi, menjadi rujukan bagaimana memecahkan problematika dalam masyarakat, terkait keagamaan maupun kebangsaan," harapnya.
Selain itu, Gubernur Al Haris juga mendukung pelaksanaan Mukerda III MUI Provinsi Jambi selain sarana meningkatkan silaturahmi, serta dapat memperkuat mengembangkan organisasi MUI Provinsi Jambi dengan fungsinya yang strategis untuk mewujudkan kebaikan bagi umat, masyarakat dan daerah.
"Tadi disebutkan dengan ketua, ada beberapa kabupaten yang belum sama sekali mempunyai dana, insya Allah bersama kita carikan solusi, akan kita bantu dengan dana CSR bank daerah, nanti akan kita surati agar bisa dibantu bagi kabupaten/kota yang belum mempunyai dana," tuturnya. (Tna)
KI Gelar Sidang Ajudikasi Sengketa Informasi Soal Rehab Jalan di Kumpe Ulu
Anies Baswedan Soroti Isu Lokal di Jambi, Diantaranya Tambang Ilegal
Beri Solusi Penanganan Sampah, Ihsan Yunus Gelar Bimtek Bersama KLHK
Pengasuh Ponpes di Jombang Gus Han Dua Kali Doakan Romi Jadi Gubernur
Jelang Nataru Pasokan Komoditi di Pasar Tradisional di Jambi Relatif Aman, Hanya Cabai Naik
Capres Anies Baswedan Tawarkan Bantuan pada Pedagang Pasar Tradisional Lewat Koperasi


PUTR Jambi Kerinci Percepat Pemeliharaan Ruas Jalan Pungut Mudik-Sungai Kuning



