JAMBERITA.COM, ARTIKEL - Mencermati visi pendidikan Indonesia membuat saya berkata dalam hati “betapa besar harapan untuk mewujudkan generasi bangsa yang tangguh“ dan saya pun berpikir upaya untuk mewujudkan harapan ini harus sebanding dengan apa yang di cita-citakan. Sebuah program yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi yaitu Kebijakan Merdeka Belajar merupakan salah satu bentuk upaya untuk mewujudkan generasi bangsa yang unggul yaitu generasi yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha dan berakhlak mulia.
Generasi yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha dan berakhlak mulia. merupakan pondasi yang utama, karena dengan memiliki iman dan taqwa serta berakhlak mulia, maka pondasi yang lain dengan sendirinya akan dimiliki oleh manusia. Orang yang mempunyai akhlak yang baik pasti akan berusaha mandiri, orang yang berakhlak baik pasti kreatif dan inovatif orang yang berakhlak baik pasti akan menolong orang lain gotong royong pasti terjadi.
Sebagaimana manusia yang mempercayai adanya Tuhan, kita menydarai bahwa Tuhan secara alami memberikan tantangan untuk manusia dan secara alami pula memunculkan ancaman. Oleh karena itu, kedua hal ini, harus disikapi dengan bijak, yang mendorong kita manusia untuk melakukan perubahan agar tantangan dan ancaman yang muncul secara alami tersebut dapat dikelola secara baik, jika tantangan dan ancaman tersebut tidak disikapi dengan perubahan atau hanya disikapi dengan bentuk penolakan tanpa mau mempelajari lebih dalam maka manusia akan tertinggal.
Tantangan dan ancaman yang terus muncul seiring berjalannya waktu dan perubahan membutuhkan kecakapan dalam menyikapinya. Disinilah peran kita semua, tidak hanya pemerintah, tapi semua bergerak bersama untuk mempersiapkan generasi yang handal, yang dapat menyikapi segala tantangan dan perubahan secara bijak. Tidak dapat kita bayangkan apabila anak didik kita tidak menjadi hebat dengan porsi 35% generasi muda menopang 65% generasi tua, apakah bisa hidup kita bahagia di hari tua nanti?. Jadi apa yang kita lakukan untuk anak-anak didik kita tidak hanya untuk diri mereka sendiri, tetapi adalah untuk diri kita juga. Ketika mereka menduduki satu jabatan, apakah menjadi kepala dinas, atau pemangku kebijakan lainnya, mereka dapat menghasilkan kebijakan-kebijakan yang tepat sasaran, tepat program, tepat waktu, dan kebijakan yang dapat memberikan kebermanfaatan kepada semua orang. Melalui transformasi pendidikan, diharapkan di tahun 2045 Indonesia akan memiliki generasi yang “Tangguh”.
Oleh karena itu, seorang pendidik sebagai kunci utama transformasi pendidikan haruslah memberikan contoh akhlakul karimah tersebut, seorang guru harus memberikan contoh bagaimana berargumen, melakukan kritik, menyampaikan protes dan saran secara santun dan terdidik. Guru harus mampu bergerak lebih cepat, guru harus terus belajar tanpa mengenal kata tua, guru juga harus terus berinovasi dalam mengelola pembelajaran, memahami perkembangan dan kebutuhan anak didik, memberikan contoh nilai-nilai kebaikan, kejujuran, dan tanggungjawab. Ketika seorang guru salah dalam mendidik maka akan terlahirlah generasi-generasi yang tidak bermanfaat.
Selanjutnya, seorang guru juga harus mampu berkomunikasi dan melibatkan peran serta orang tua/wali siswa dalam kegiatan yang diselenggarakan, melakukan komunikasi dengan para orang tua/wali siswa agar terjadi proses pendidikan yang terintegrasi, yang melibatkan pihak lain. Guru harus menyadari bahwa kecerdasan dan kemampuan dalam bekerja akan tergambar dari aktualisasi diri guru itu sendiri. Orang yang pintar dan cerdas pasti energinya hemat karena bisa menggunakan energinya dengan baik. Guru merupakan harapan bagi siswa, orang tua siswa, dan masyarakat luas untuk menghasilkan generasi yang hebat dan berakhlak mulia. Sehingga, keikhlasan dalam menjalankan tugas harus dimiliki oleh setiap individu, karena dengan bersikap ikhlas, apa yang kita lakukan, maka tidak akan merasa capek/lelah sehingga energi yang kita miliki tersimpan untuk melakukan hal-hal baik lainnya.
Marilah kita tanamkan niat baik kita untuk meningkatkan dan menghasilkan generasi hebat yang berakhlak mulia. Sebagai penutup apa yang bisa kita lakukan, maka lakukanlah, soal mau jadi apa kita dimasa yang akan datang, sampai kapan kita akan hidup, dan sampai kapan jabatan yang kita miliki semuanya adalah diluar kuasa kita. Meskipun demikian, maka tetap kita tanamkan dalam diri kita bahwa tantangan dan ancaman yang terus berubah harus disikapi degngan berani melakukan perubahan tanpa harus meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal yang kita miliki.
Penulis : M Fadhil Arief Bupati Kabupaten Batanghari
Kakanwil Kemenkum Jambi Lantik Analis Hukum hingga Anggota PAW Majelis Pengawas Notaris
Pelantikan DPC HKTI se-Provinsi Jambi Sukses Digelar, SAH Sukses Konsolidasi Petani Daerah
Wabup Katamso Hadiri Pelantikan DPD HKTI, Wamentan Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Rasionalisasi Proporsional Tertutup dan Metode Recruitment Calon Legislatif


Hesti Perkuat Keperdulian Sosial Via Pojok Berkah TP PKK Provinsi Jambi



