Komnas PA Sebut Kritik SFA ke Pemkot Jambi Harus Dihargai, Bukan Justru Dikriminalisasi



Selasa, 13 Juni 2023 - 18:37:59 WIB



Komnas Perlindungan Anak Saat Pertemuan di Salah Satu Caffe Coffe di Kawasan Telanaipura Kota Jambi, Selasa (13/6/2023).
Komnas Perlindungan Anak Saat Pertemuan di Salah Satu Caffe Coffe di Kawasan Telanaipura Kota Jambi, Selasa (13/6/2023).

JAMBERITA.COM - Ketua Umum (Ketum) Komnas Perlindungan Anak RI Arist Merdeka Siraid turun ke Provinsi Jambi untuk mengetahui secara detail apa yang menjadi persoalan SFA dengan Pemkot Jambi sehingga viral dan menjadi isu nasional. Setiba di Jambi, Arist mengaku telah mengunjungi kediaman SFA untuk melakukan pendampingan psikologis terhadap siswi SMP tersebut, karena mengkritik kebijakan Pemkot Jambi lalu viral di berbagai Media Sosial (Medsos).

"Saya mengunjungi keluarga ini dan berdialog langsung dengan anak kita juga dengan kedua orang tuanya, karena kasus ini viral dan membuat informasi yang diterima masyarakat yang begitu dahsyat, mendorong Komnas Perlindungan Anak memastikan apakah sungguh-sungguh kejadian itu terjadi, dalam kesempatan itu saya meminta kepada SFA adik kita ini menceritakan apa yang dilakukan sejak tahun 2013," katanya saat di Depathi Coffe, Selasa (13/6/2023).

Arist menceritakan, setelah kronologi itu diceritakan sampai viralnya kritik yang dilakukan oleh SFA terhadap kebijakan Walikota Jambi, Ia pun mengaku terkagum-kagum dan lalu bertanya kenapa kritik yang sangat baik sebagai bagian dari hak anak untuk didengar, yang dijamin oleh undang-undang Perlindungan Anak maupun kompensi PBB tentang anak, khususnya artikel 10 di mana anak-anak di seluruh belahan dunia punya hak untuk didengar pendapatnya sebagai bagian dari partisipasi Anak.

"Itulah yang dilakukan oleh SFA ketika saya mendengarkan cerita kronologi yang sungguh-sungguh sangat luar biasa, ini adalah salah satu bentuk hak partisipasi anak yang harus sesungguhnya dihargai oleh semua pihak, bukan justru dikriminalisasi hanya dengan kata-kata Fir'aun, karena di belakang rumah saya ada juga namanya Firaun, jadi Firaun itu bukan menuduh seseorang atau Walikota. Sangat disayangkan dari kronologi itu sebagai bagian dari hak anak untuk didengar pendapatnya, tetapi dengan arogan nya Walikota Jambi melalui Kabag Hukum Pemkot Jambi ini mengkriminalisasi ini disini lah mengundang reaksi Komnas Perlindungan Anak, karena ini tidak boleh dibiarkan," tegasnya.

Selanjutnya Arist mengaku telah mengusulkan kepada SFA dan keluarga yang didampingi oleh Komnas Perlindungan Anak melaporkan balik Walikota Jambi karena dinilai melanggar hak anak. "Masa anak yang dilawan kan, seharusnya selaku orang tua yang tidak tahu anak sekalipun, panggil ke rumah, panggil orang tua nya, nah beri tahu itu bahasa mu tak baik selaku seorang anak, kalau menurut walikota nya tidak patut dan tidak santun," tuturnya.

Dari itu Komnas Perlindungan Anak mendukung SFA, bahwa ini merupakan hak anak untuk dihargai oleh semua pihak."Dari kasus ini membuat trauma SFA dan keluarganya, hati hati pak walikota, ini bukan soal like and dis like, tetapi menegakkan hak anak supaya pendapat anak itu didengar bagi seluruh yang ada di Indonesia karena," tegasnya.

Selanjutnya, Komnas Perlindungan Anak juga memprotes keras terhadap Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Jambi dalam menuntut SFA menandatangani permintaan maaf saat di Polda Jambi, padahal kata Arist, SFA tidak salah."Seharusnya meminta maaf tadi, adalah Walikota. Tapi sampai sekarang tidak dilakukan, terbalik ini karena apa Dinas PPA itu melindungi anak sebagaimana arahan dari Kemenkopolhukam, tetapi apa yang diceritakan oleh SFA secara gamblang dan meyakinkan saya bahwa ketika diundang di Polda justru diminta tandatangi permintaan maaf, oh ini pelanggaran terhadap anak," katanya.

Arist menegaskantidak kasih toleransi terhadap ini, karena lembaga atau Dinas/ UPTD PPA di dirikan di Provinsi Jambi bahkan di Indonesia ini untuk melindungi anak, bukan justru mendorong untuk anak meminta maaf."Salah nya dimana, tidak ada yang dilakukan oleh SFA tindak pidana. Itu bagian dari hak asasi manusia yang ada melekat dalam diri SFA itu," jelasnya.

Arist menegaskan dari kronologis tersebut, maka itulah adanya, karena sebelum nya Ia juga belum mengeluarkan ataupun berani mengeluarkan komentar terkait kasus viral tersebut."Satu pun belum ada keterangan saya sebelum saya bertemu dengan SFA dan kedua orang tuanya. Kemudian setelah meminta maaf, keluarga ini sampai hari ini stres berat," pungkasnya.(afm)





Artikel Rekomendasi