Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid Mendadak Mengunjungi MAR GOS Kota Baru



Senin, 10 April 2023 - 06:08:20 WIB



JAMBERITA.COM- Minggu, 9 April 2023. Sekitar jam 9.30 Dirjenbud Kemenristekdikbud mendadak mengunjungi Gedung Olah Seni Kota Baru untuk melihat kondisi Gedung tersebut seperti yang disampaikan Kabid Kebudayaan Disbudpar Provinsi Jambi Dr. Sri Purnama Syam. M.Sn, “beliau ingin melihat kondisi dan keadaan gedung tersebut yang sudah banyak rusak, beliau datang ke Jambi dalam rangka kunjungan kerja dan untuk melihat bagaimana persiapan Kenduri Suwarnabhumi jilid 2”, dan kita berharap Dirjenbud dapat membantu rehab Gedung tersebut, karena untuk menambah dan menghidupkan ruang ruang publik untuk pembanggunan laju kebudayaan di daerah, ujarnya.

Menurut salah seorang penggiat budaya Kota Jambi, menghidupkan ruang publik yang mati suri sangat penting dalam implementasi UU No 5 Tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan, untuk menghidupkan, melestarikan, melindungi 10 objek pemajuan kebudayaan, memang tak bisa dilepaskan dari ruang publik untuk aktifitas berkebudayaan, ruang dalam menularkan keilmuan, ruang untuk pewarisan, ruang di mana membentuk pola pikir anak anak muda dalam pengenalan nilai nilai tradisinya, ruang untuk membentuk ekosistem kebudayaan yang baik dan sehat, sehingga bisa membawa pengaruh pada bidang bidang lain seperti ekonomi, pariwisata, dan yang terpenting penguatan karakter generasi muda. namun untuk mewujudkan hal tersebut tak semudah membalik telapak tanggan, butuh keterlibatan semua stakeholder terkait, terutama pemerintah daerah, di mana pembanggunan tak hanya prioritas fisik saja namun manusianya juga mesti di banggun, semua saling terkait dan tak bisa dilepaskan. Dan peranan Dirjebud sebagai penggerak, fasilitator tak bisa dilepaskan, agar tidak kebablasan dan salah tafsir dalam pembanggunan kebudayaan.

Saat di mintai tanggapannya tentang menghidupkan dan revitalisasi GOS Kota Baru, Ketua Komunitas Seniman Muda Jambi, Zam Zami Akbar yang biasa di panggil Ketua Pemuda, “Kita sangat mendukung merivitalisasi Gedung tersebut, karena kawan kawan seniman banyak yang tak punya ruang dan tempat untuk latihan dan beraktifitas, apalagi kami seniman musik tradisi butuh ruang yang memadai untuk latihan, yang selama ini kita mengandalkan Taman Budaya Jambi, namun permasalahannya bertukar manajemen bertukar pula caranya, padahal aturan penggunaan fasilitas publik sudah jelas aturannya, kita berharap semua komunitas, seniman bisa diakomodir, bukan satu, dua, tiga komunitas saja. Jangan sampai ruang berkebudayaan seolah olah menjadi ruang VIP, dan sebaiknya ASN yang ditunjuk untuk menjadi penjalan kebijakan bukan dari latar belakang punya sanggar, penggelola sanggar, bagaimanapun itu tak akan bisa professional, ia akan sulit melepaskan hubungan emosionalnya dengan sanggarnya, ujarnya.

Kembali menurut Penggiat Budaya Kota Jambi, revitalisasi GOS tersebut sangat penting dalam menyeimbangi kebutuhan ruang untuk berkebudayaan, namun mesti kita pikirkan juga bagaimana pola penggelolaannya, SDM nya, saat ini kita beruntung punya sosok ibu Ema, yang duduk di birokrak, mengerti kebudayaan dan punya latar belakang kebudayaan dan dekat dengan seniman, namun mesti kita pikirkan keberlanjutannya, karena kita tahu bagaimana politik daerah, setiap saat pejabatnya bisa berganti, orangnya bisa berpindah tempat, untuk itu perlu dibuat MOU yang jelas antara pusat dan daerah untuk menjaga fungsi dan penggunaan GOS Kota Baru, agar bisa menjamin fungsinya untuk aktifitas berkebudayaan, bagaimanapun banyak sedikit saya paham kondisi lapangan, karena tugas hari perhari kami di lapangan, dan ada baiknya didudukan dulu bersama, daerah, pusat dan komunitas, dan Balai Pelestarian Budaya mesti bisa menjadi play makernya, karena UPT pusat yang ada didaerah. Kita mesti belajar dari pengelolaan Cagar Budaya yang diserahkan kedaerah, maksud dan konsepnya bagus dan jelas, namun kesiapan daerah tidak semuanya siap, semua ini kembali kepada pengetauhan, pola pikir stakeholdernya. 

Kita mendukung revitalisasi GOS Kota Baru dan Dirjenbud bisa membantu untuk itu, namun sebaiknya di buat betul pola yang jelas dan tepat, dan perencanaan yang akurat terutama untuk kebelanjutannya nanti dan mungkin perlu di perkuat dengan SDM yang mengelolanya, ini mungkin bisa melalui pelatihan atau magang di tempat yang betul betul sudah baik sistemnya, atau mungkin tahap awalnya GOS Kota Baru di jadikan UPTD seperti Taman Budaya dan Museum dan dana DAK dari kedua UPTD terdahulu bisa di dibagikan ke GOS Kota Baru, ujarnya menutup pembicaraan.(*)



Artikel Rekomendasi