JAMBERITA.COM- Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jambi Kombes Pol Dhafi menyampaikan bahwa penghentian operasional angkutan batubara tidak jadi dilakukan.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, perbaikan jalan yang belum rampung dan masih adanya rambu-rambu jalan yang belum terpasang, membuat Dirlantas mengambil langkah akan menghentikan operasional angkutan batubara.
Namun diketahui, kata Dirlantas Polda Jambi Kombes Pol Dhafi, menimbang dan mengingat bahwasanya setelah melakukan pemeriksaan bersama TNI, Polri dan Dishub Provinsi Jambi, hasil dari pemeriksaan tersebut semua tonase angkutan batubara sudah mulai tertib dimana mereka sudah mulai melalui tahapan jembatan timbang di BPTD V Jambi.
Kemudian juga sore harinya, berdasarkan hasil pemantauan, Dirlantas Polda Jambi Kombes Pol Dhafi mengatakan bahwa pemasangan rambu parkir lalang parkir juga sudah mulai dipasang oleh BPTD bersama Dishub Provinsi Jambi, dan didominasi oleh pemasangan rambu-rambu sementara.
Dan untuk jalan walaupun, masih terdapat sedikit kekurangan karena masih banyak debu yang berdampak pada akibat perbaikan jalan namun demikian sudah bisa dilintasi dengan baik.
"Oleh karena itu penghentian mobilisasi tidak jadi dilaksanakan, namun demikian dengan catatan pemeriksaan tonase tidak hanya dilakukan atau yang menjadi atensinya TNI, Polri bersama Dishub Provinsi Jambi," katanya.
Adapun yang menjadi catatan-catatan yang diberikan Dirlantas Polda Jambi Kombes Pol Dhafi yaitu :
1. Malam ini dengan adanya rambu-rambu maka untuk angkutan batubara yang parkir di bahu kanan kiri jalan, untuk ruas jalan yang berada dijalan Tembesi- Kotoboyo maka akan dilakukan tindakan tegas. Kalau masih ada yang nekat parkir maka akan ditilang ditempat. Dan juga pihaknya mengupayakan kendaraan agar diamankan baik di Mako maupun Polsek terdekat supaya efektif.
2. Kemudian baik Dishub maupun Satuan lalu lintas akan melakukan patroli untuk mengantisipasi kemacetan dan akan membentuk Tim pengurai apabila terjadi kemacetan, mulai dari skala kecil sudah diantisipasi secara maksimal untuk tidak menjadi besar.
3. Pemeriksaan tonase tidak hanya dilakukan di jembatan timbang namun juga dilakukan di mulut tambang, secara bergantian dan akan hasilnya akan dilaporkan kepada Dirjen Minerba.
"Kita lihat lagi perkembangan situasi beberapa waktu ke depan, mudah-mudahan bisa lebih baik dan lebih lancar. Tentunya juga tetap memperhatikan masalah jumlah kendara apa. Jumlah kuota kendaraan yang 4 ribu keluar dan 4 ribu masuk ke dalam pelabuhan. Sehingga mudah-mudahan walaupun terjadi kepadatan tapi tidak sampai terjadi kemacetan," pungkasnya.(*)
Ragam Aksesoris Resmi New Honda BeAT Sporty Bikin Tampilan Semakin Keren
Tutup Rakernis, Kapolri Tegaskan Pentingnya Penguatan SDM Sejak Awal untuk Raih Kepercayaan Publik
Khusus Hari Minggu, Dapatkan Diskon Servis 25 Persen di AHASS
Nikmati Hari Weekend Dengan Yamaha Classy Motor Show 2023 di Mall WTC Jambi
Mahasiswa Agribisnis Fakultas Pertanian Unja Belajar Jurnalistik
Gubernur Al Haris Ikut Raker Bersama Komisi II DPR RI - Mendagri, Ini yang Dibahas!


