JAMBERITA.COM - Kasus gangguan ginjal misterius pada anak balita di Provinsi Jambi jadi atensi Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jambi untuk mencari penyebab sekaligus penanganan penyakit tersebut. Pasalnya, kasus ini dilaporkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang menemukan kasus gagal ginjal akut yang menyerang 131 anak di Indonesia, 3 orang diantaranya di Provinsi Jambi.
Kadinkes Provinsi Jambi dr Fery Kusnadi SpoG, melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dr. dr. Ike Silviana, MKM. Sp. KKLP., mengatakan, sejauh ini di Provinsi Jambi terhitung mulai bulan Agustus sampai sekarang ditemukan ada tiga kasus yang menyerang anak di Jambi.
Sampai sekarang, belum di ketahui pasti apa penyebab dari penyakit gagal ginjal akut. Penyakit ini menyerang anak usia balita sampai anak berumur 18 tahun. Menurut Ike sejauh ini, definisi yang mengungkapkan penyakit ganguan ginjal misterius ada dua, pertama gangguan ginjal akut progresif dan kedua gagal ginjal akut.
"Saya sudah berkoordinasi dengan dr Yoza Franola, selaku sekretaris Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jambi, sejauh ini ada tiga kasus yang dilaporkan, pertama pada bulan Agustus, menyerang anak berusia 2 tahun berasal dari Kerinci-Sungai Penuh. Kedua bulan September, menyerang anak berumur 1 tahun pasien di rujuk ke rumah sakit Palembang dan ketiga sekitar dua minggu lalu, menyerang anak berusia 7 tahun yang di rawat di rumah sakit Raden Mattaher," ujarnya. Rabu (19/10/2022).
Untuk itu, Ike mengimbau para orang tua yang mempunyai anak khususnya yang masih balita dapat memperhatikan lebih jika dalam satu hari full anak tidak membuang air kecil atau pipis dalam jumlah sedikit, segera bawa dan periksa ke fasilitas kesehatan terdekat kalau bisa langsung ke rumah sakit.
"Anak yang memiliki gejala sakit seperti demam, batuk dan filek segera di periksa lebih lanjut karena itu merupakan deteksi awal, angka kematian nya cukup tinggi, paling banyak khususnya balita, volume urine nya berkurang dan secara tetiba saja, makanya jika ditemukan segera bawa ke rumah sakit biar di cek fungsi ginjalnya," jelasnya.
Ike mengungkapkan secara pasti pihaknya akan menelusuri penyebab daripada penyakit terbilang baru tersebut. "Penyebab nya masih belum tahu, Senin kemarin kita rapat, sudah kita sebarkan tata laksana nya ke Dinkes kabupaten kota, kita sudah kerja sama dengan IDAI untuk merekap kasus nya, sehingga nanti kasus yang dikeluarkan oleh dokter anak yang merawat sama kasus yang ada di kita ketika dikeluarkan jumlahnya sama," tuturnya.
Ike juga menjelaskan, Selasa (18/10) kemarin bahwa keluar lagi surat terbaru agar mereka melakukan penyelidikan epidemiologi apabila ditemukan kasus tersebut."Jadi kita masih belum tahu (penyebab), apa menular atau bagaimana, menular atau tidak kan penyebab nya apa, itu kita belum tahu," bebernya.(afm)
Jambi Memasuki Transisi Kemarau, Agustus Hingga Oktober 2026 Diperkirakan Menjadi Risiko Tinggi
Heboh! Terdakwa Dirtek dan Manajer ULP PDAM Tirta Mayang Diduga Jadi Tumbal?
Dispora Gelar Seminar Perdana, Sambut Peringatan Sumpah Pemuda
Kapolda Jambi Irjen Pol Rusdi Hartono Tiba di Bandara Langsung ke Mapolda
SAH Turun Gunung Kampanyekan Penurunan Stunting di Muaro Jambi
Jambi Memasuki Transisi Kemarau, Agustus Hingga Oktober 2026 Diperkirakan Menjadi Risiko Tinggi

