Gandeng BPU (Badan Layanan Usaha) Universitas Jambi, Tim Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPUD)



Rabu, 28 September 2022 - 10:40:41 WIB



Oleh: Ardi Novra dan Agus Syarif*

 

 

Kegiatan sosialisasi merupakan upaya memperkenalkan produk jasa ISQM kepada kelompok masyarakat sasaran potensial yang dilakukan melalui pertemuan dan diskusi secara langsung pada tanggal 24 September 2022. Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 80an peserta berasal dari kelompok calon investor potensial yaitu panitia dan peserta qurban sapi potong baik lingkungan tempat tinggal maupun instnasi pemerintah dan swasta, para pengurus kelompok peternak sapi potong mitra pemelihara dan masyarakat umum yang tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang program ISQM. Tim abdimas juga merangkul Badan Pengelola Usaha (BPU) Universitas Jambi dan Unit Bisnis dan Kewirausahaan (UBK) Fakultas Peternakan Universitas Jambi yang sudah sepakat dan tertarik untuk menjadi bagian implementasi program ISQM dengan berperan masing-masing sebagai lembaga intermediasi (vendor) untuk BPU dan peternak mitra pemelihara sapi qurban (UBK).  Secara umum BPU berperan sebagai lembaga pengumpul dana investasi ISQM dan UBK Fapet Unja berperan sebagi mitra BPU yang akan melakukan proses penggemukan ternak sapi bakalan yang dipasok BPU dari sumber pendanaan investor partisipan ISQM.

Pelaksanaan sosialisasi disamping sebagai media pemasaran dan promosi produk jasa ISQM juga merupakan ajang pertemuan bisnis (business matching) antara berbagai kelompok masyarakat dalam program ISQM yaitu investor ISQM, lembaga perantara (vendor jasa ISQM) dan kelompok pelaku usaha peternakan sapi potong.  Pelaksanaan sosialisasi dan sekaligus business matching dalam program ISQM dilakukan pada hari Sabtu tanggal 24 September 2022 bertempat di Aula Lt IV Gedung Pascasarjana Kampus Unja Telanai Pura, Kota Jambi. Narasumber dalam kegiatan terdiri daru Dr. Ir. Ardi Novra, MP sebagai ketua pelaksana PPUD (Program Pengembangan Produk Unggulan Perdesaan) dan drs. Agus Syarif, M.Bus sebagai kepala BPU Universitas Jambi.

Kegiatan sosialisasi diikuti calon mitra BPU yang mengambil peran sebagai lembaga perantara yaitu kelompok peternak dan calon investor program ISQM potensial antara lain panitia dan peserta qurban, pengurus mesjid dan ketua RT serta beberapa dosen yang tertarik dengan program ini. Pada sesi diskusi dan tanya jawab yang dipandu oleh Ir. Fatati, MS selaku moderator timbul beberapa pertanyaan dari calon investor (partisipan) terutama terkait dengan mekanisme program ISQM yang ditawarkan. Para calon investor mempertanyakan jaminan ternak sapi siap potong yang akan mereka terima saat pelaksanaan ibadah qurban (pemotongan). Menurut calon investor, meskipun kriteria bobot daging diperoleh tidak termasuk sebagai salah satu persyaratan layak syariat sapi qurban tetapi tetap perlu diperhatikan karena berkaitan dengan masyarakat baik peserta qurban maupun penerima daging hasil pemotongan.

Secara umum hal ini ditanggapi narasumber dengan menyatakan bahwa bobot hidup ternak sapi siap potong (hasil penggemukan) yang nantinya diserahkan satu atau dua hari sebelum hari H memiliki bobot badan antara 230 – 250 kg atau daging murni 85 – 100 kg. Syarat lain yang berkaitan dengan syarat umum ternak yang sesuai syariah adalah umur > 2 tahun dan tidak cacat, sedangkan untuk jaminan resiko kematian ternak menggunakan jasa asuransi PT. Jasindo. Secara umum ternak sapi yang akan diserahkan sesuai dengan kontrak perjanjian antara lembaga perantara dan para investor, dan jika selama penggemukan tidak tercapai target sesuai kriteria kelayakan sapi qurban maka akan diganti dengan ternak sapi lainnya dengan segala resiko beban biaya akan ditanggung oleh lembaga pengelola.

Pertanyaan lain adalah jika lokasi investor ISQM berada jauh dari lokasi peternak mitra apakah juga akan mendapat jasa layanan free biaya transportasi atau juga ada kelompok peternak mitra pada wilayah investor yang jaraknya jauh. Respon jawaban yang disampaikan adalah untuk sementara peternak mitra masih fokusk pada lokasi Fapet Farm Fakultas Peternakan Unja dan Kelompok Peternak di Desa Purwodadi dan Dataran Kempas di Kecamatan Tebing Tinggi, tetapi pada dasarnya peluang untuk bermitra dengan kelompok lain terutama yang menjadi binaan Fapet Unja sangat terbuka seperti di Kecamatan Kumpeh Ulu dan Desa Baru Kecamatan Mestong Kabupaten Muaro Jambi.

Disamping pertanyaan juga mengemuka saran dari peserta seperti yang disampaikan Dr. Ir. Rifli Rindes, MSi, bahwa sebaiknya BPU Unja juga mengandeng MUI dan Dewan Mesjid Kota dan Provinsi Jambi dalam kegiatan sosialisasi program ISQM serta mengandeng perbankan syariah seperti Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank 9 Jambi. Saran ini dinilai sangat membantu dan untuk itu BPU dan Tim Pelaksana akan segera melakukan koordinasi dengan lembaga-lembaga yang disebutkan termasuk juga dengan Badan Pengelola Haji Provinsi Jambi.

Saran lain adalah penggunaan kata “Murah” dalam ISQM sebaiknya diganti dengan kata lain karena pengggunaannya akan menimbulkan persepsi atau konotasi berbeda bagi masyarakat calon investor  ISQM.  Penggantian kata “Murah” dengan “Multi Manfaat” disepakati sehingga brand image ISQM yang sudah mulai dikenal dapat tetap dipertahankan.

Kegiatan rutin disamping 3 kegiatan prioritas diatas adalah promosi dan pemasaran produk jasa ISQM melalui penyebaran brosur dan memanfaatkan media sosial tetap dilakukan, sedangkan untuk persiapan penerimaan dana investasi sudah disusun draft Perjanjian Kerjasama antara BPU Unja dengan peternak mitra serta form isian registrasi dan perjanjian kerjasama antara BPU Unja dengan calon investor yang akan dimulai pada bulan Desember 2022 untuk pelaksanaan ibadah qurban Juni 2023.(*)



Artikel Rekomendasi