Oleh: Fransisko Chaniago, M.Pd*
Ayah merupakan sosok tauladan bagi anak laki-laki, tidak menutup kemungkinan ini juga diperuntukan bagi anak perempuanya. Sosok seorang Ayah banyak mengajari tentang banyak hal, baik dalam menjemput prestasi, bahkan tempat bertukar fikiran. Pada zaman dulu, seoramg Ayah disela kesibukanya selalu berusaha untuk menyisipkan waktu dalam rangka memberi nasehat bagi anak-anaknya. biasanya, nasehat selalu diberikan diwaktu pagi sebelum berangkat ke sekolah dan diwaktu malam setelah selesai melaksanakan sholat magrib.
Berbeda dengan zaman sekarang, seiring dengan perkembanganya, keberadaan seorang Ayah lebih banyak disibukan dengan pekerjaanya sehingga tidak dapat meluangkan waktu dalam memberi nasehat untuk anak-anaknya. Ini menjadi tantangan bagi seorang ayah yang hidup di zaman sekarang, bahwa menjadi seorang Ayah tentu memiliki tanggung jawab penuh terhadap kehidupan dan keberlangsungan keluarganya.
Ayah merupakan sosok figur yang terlibat dalam mengasuh dan memberikan arahan serta motivasi bagi anak-anaknya. Andani dan Koentjoro (2004) berpendapat bahwa peran seorang Ayah merupakan tampak dari keterlibatanya dalam pengasuhan berbentuk partisipatif secara terus menerus seperti kebutuhan fisik, kognisi dan afeksi dalam semua area perkembangan anak berupa fisik, emosi, sosial, spiritual, intelektual dan moral.
Peran seorang Ayah juga menjadi pembuktian bahwa selain ibu ada Ayah yang menjadi pondasi utama dalam keluarganya. Ayah mampu memberikan dampak yang positif dalam keterlibatanya untuk mendidik anak, ini menjadi sesuatu yang tidak asing lagi dan sering terdengar dari mulut ke mulut dikalangan masyarakat bahwa keterlibatan seorang Ayah dalam mendidik anak mulai dari kecil, Ayah selalu menggunakan pendekatanya melalui komunikasi ringan.
Pernyataan tersebut memiliki maksud yang sama dari pendapat Rowe (2004) menyatakan bahwa pola pembicaraan seorang Ayah dengan anaknya semasa kecil lebih mengarah pada hal yang sifatnya pertanyaan. Misalnya apa, kemana? Dengan demikian tentu lebih mengarah agar anak lebih komunikatif dalam berinteraksi dengan pembaharuan kosa kata dan kalimat pada anak. Dagun (2002 juga berpendapat bahwa peran seorang Ayah memiliki dampak yang positif bahwa dengan adanya keterlibatan peran Ayah dalam pengasuhan ternyata sangat besar membawa pengaruh perkembangan anak.
Siapa yang tidak mengenal Drs. H. Indrodjojo Kusumonegoro yang acapkali di sapa Indro yang merupakan tokoh komedi Warkop DKI beliau mengutarakan statement “Jadilah orang tua yang benar, jadilah orang tua yang benar, kenapa? Karena orang tua yang benar adalah orang tua yang mempersiapkan anak-anaknya untuk menggantikan mareka”. Ayah merupakan seorang pemimpin, dan anaknya akan menjadi penerus generasi dari ayahnya”. Seorang pemimpin yang baik akan melahirkan pemimpin yang baik pula” pungkas lawan bicaranya.
Banyak mungkin dikalangan muda dan bahkan masyarakat bertanya-tanya kenapa hanya ada peringatan hari ibu yang dirayakan setiap tanggal 22 Desember yang dimaknai untuk menghargai peran seorang ibu.? Lantas bagaimana dengan peringatan hari Ayah? Dalam hal ini Ayah juga memiliki peran yang besar dalam kehidupan bagi anak-anaknya.
Mungkin tidak semua anak yang tidak mengetahuai keberadaan Hari Ayah Nasional. Peringatan Hari Ayah Nasional telah ditetapkan pada Tanggal 12 November 2014, namun ini kurang digaungkan dan disosialisasikan di kehidupan masyarakat lebih khususnya bagi anak muda hari ini.
Sebagaimana yang dikutip pada laman Balitopnews.com bahwa ada beberapa faktor penyebab tidak populernya Hari Ayah Nasional pertama, Keberadaan Hari Ayah Nasional ini baru saja ditetapkan pada tanggal 12 November 2014. Kedua, kurangnya sosialisasi masiv di masyarakat sehingga Hari Ayah Nasional gaungya nyaris tidak pernah terdengar.
Mengutip dari ucapan salah satu seorang anak yang diperuntukan kepada ayahnya pada saat merayakan hari Ayah Nasional setiap tanggal 12 November bahwa:
“Ayah adalah sosok pahlawan, Ayah selalu mendukungku untuk menjadi anak yang berprestasi, Ayah selalu ada saat aku membutuhkan dan Ayah adalah yang terbaik di dunia ini.”
Dukungan demi dukungan akan tetap terpancar dari seorang ayah untuk anak-anaknya bahkan mulai dari kecil sampai kita tumbuh dewasa. Ada satu kalimat yang mampu memberikan inspirasi bagi seorang anak bahwa, jika suatu saat kamu tumbuh dewasa dan menjadi orang yang berhasil, maka bersyukurlah dengan cara membantu orang yang membutuhkan. Tampak dalam kalimat ini bahwa sosok seorang ayah tidak menuntut balasan dari anak-anaknya, melainkan menjadi seorang anak yang mampu memberikan manfaat untuk orang lain.(*)
Penulis adalah: Dosen MPI UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi*
Kretifitas Mahasiswa melalui Mata Kuliah Islamic Entrepreneurship


Menambal Asa di Jalur Penyangga : Komitmen PUTR Jambi Benahi Infrastruktur Jalan Padang Lamo



