Memahami Generasi Stroberi



Rabu, 29 Juni 2022 - 15:27:18 WIB



Oleh: Lina Marliana*

 

 

Istilah generasi stroberi sering kali kita mendengar dari dunia media sosial maupun dunia nyata. generasi stroberi yaitu  generasi kelahiran 1997 sampai dengan 2012, dengan kata lain generasi stroberi dapat diasosiasikan sebagai generasi Z. Strawberry generation/generasi stroberi sendiri pertama kali berasal dari negara Taiwan yang ditujukan pada sebagian generasi baru yang lunak, salah satunya yaitu seperti buah stroberi. Penyebutan untuk generasi baru sebagai generasi stroberi karena buah stroberi bentuknya terlihat unik dan bagus, namun jika diberi tekanan maka buah tersebut akan cepat hancur. Dalam buku “Strawberry Generation (2017)” Prof. Rhenald Kasali menyatakan bahwa generasi stroberi adalah generasi yang mempunyai banyak ide kreatif namun mudah menyerah dan gampang sakit hati.

Ciri-ciri dari generasi stroberi

  1. Sering putus asa

Setiap manusia pasti memiliki masalah, baik masalah kecil maupun masalah besar. Ketika mendapat masalah tentu harus dicari salusi atau jalan keluarnya dengan tenang. Namun pada generasi stroberi ketika mendapat masalah sering putus asa dan pesimis dalam menyelesaiakan permasalahan yang terjadi.

  1. Memiliki rasa malas yang tinggi

Generasi stroberi cenderung memiliki rasa malas yang tinggi. Setiap manusia memiliki rasa malas, hanya jangan sampai rasa malas tersebut membuat kita menjadi lebih santai sepanjang waktu. Padahal masih banyak aktivitas yang bisa dilakukan.

  1. Labil

memegang teguh prinsip seharusnya terdapat dalam diri setiap orang. Akan tetapi pada generasi stroberi justru tidak bisa memegang teguh prinsip tersebut. Hal ini membuat generasi stroberi labil dalam mengambil keputusan karena terpengaruh oleh lingkungan disekitarnya.

  1.  Ingin sukses secara instan

Pada generasi stroberi untuk mencapai kesuksesan mencari cara yang instan yaitu cara yang cepat dan mudah. Padahal bagi orang lain biasanya untuk mencapai sukses tersebut melalui perjuangan yang panjang dan berliku.

Berdasarkan hasil sensus penduduk (SP2020) generasi Z Indonesia mencapai 27,94 persen dari total seluruh penduduk Indonesia. Ini menunjukan dominasi generasi Z saat ini paling banyak, sehingga sangat di sayangkan jika generasi Z saat ini sampai terjebak kedalam generasi stroberi. Ini akan menjadi persoalan kedepan dimana kebutuhan tenaga kerja yang ada palah menjadi tidak menarik bagi generasi Z saat ini karena dianggap terkekang atau tidak bebas. Generasi Z sendiri saat ini merupakan bagian dari angkatan kerja. BPS sendiri mencatat Jumlah angkatan kerja di Indonesia mencapai 140.152.575 orang, dengan jumlah penduduk yang bekerja sebesar 131.050.523 orang dan pengangguran sebesar 9.102.052 orang. Sedangkan angkatan kerja di Provinsi Jambi Tahun 2021 mencapai 1.840.594 orang. Dimana yang bekerja sebesar 1.746.840 dan pengangguran sebesar 93.754 orang. Orang yang bekerja yang termasuk generasi stroberi akan cenderung gonta ganti mencari pekerjaan lain yang sesuai dengan keinginannya.

Dampak dari generasi stroberi apa?

Pandangan soal generasi stroberi yang selalu ingin serba instan, mudah dan labil tentu akan membuat persoalan bagi para pengusaha kedepannya. Dimana ketersedian pekerjaan yang ada sulit dipenuhi kriteria nya oleh generasi stoberi saat ini. Generasi ini lebih senang pekerjaan yang bebas dan tidak di atur oleh siapapun, seperti membuat konten, jualan online, web digital dsb. Dimana pendapatannya lebih besar di banding harus bekerja di suatu pabrik atau perusahaan konvensional lainya.

Saran

Generasi stoberi yang dianggap lemah karena tidak mampu bertahan dalam tekanan harus mulai membenahi diri agar tidak terjerumus dalam kegagalan. Yang harus di lakukan generasi stroberi seperti belajar bersabar, meningkatkan ketrampilan sosial karena generasi stroberi sangat ketergantungan teknologi ( Gadget), belajar mandiri dan mau belajar atas kesalahan.(*)

 

 

Penulis adalah: Staf BPS Kab Tebo*



Artikel Rekomendasi